Menhan Prabowo Tegaskan Pentingnya Ketahanan Nasional

Malang,IDM - Menteri Pertahanan (Menhan) RI Prabowo Subianto memberikan kuliah umum bertajuk “Urgensi Ketahanan Nasional dalam Kepemimpinan Nasional” dalam Rapat Kerja Forum Dekan Ilmu-Ilmu Sosial Perguruan Tinggi Negeri se-Indonesia (Fordekiisi) di Universitas Brawijaya (UB) Malang, Minggu (3/7).
Menhan Prabowo mengungkapkan arti penting ketahanan nasional sebagai sebuah kondisi ideal yang harus dimiliki oleh suatu bangsa untuk mengembangkan kekuatannya sehingga dapat menghadapi berbagai macam ancaman, baik itu internal maupun eksternal, yang datang mengganggu kelangsungan hidup bangsa.
Lebih lanjut, Menhan Prabowo mengutip pernyataan tokoh politik internasional Prof. Hans Morgenthau, menjelaskan terdapat tujuh unsur kekuatan nasional. “Ketujuh unsur tersebut adalah geografi, demografis, sumber daya alam, ekonomi, politik, militer, dan psikologi,” jelasnya.
Menhan Prabowo kemudian menyebut, untuk membangun ketahanan negara dibutuhkan tentara, polisi, intelijen, serta ASN yang unggul.

“Aparatur sipil negara yang unggul. Excellent civil. Berarti guru-guru, dosen-dosen, harus unggul. You are the brains and the conscience of the country. Anda memiliki pengaruh yang besar terhadap bangsa,” tegas Menhan Prabowo.
Selanjutnya, jika membahas perihal ketahanan negara, maka pertahanan juga akan turut jadi pembahasan. Menhan menyebut sistem pertahanan kita adalah sistem pertahanan rakyat semesta dan wawasan kita adalah defensif aktif.
“Wawasan kita defensif. Namun kita tidak berniat untuk mencaplok wilayah negara lain. Defensif bukan berarti hanya defensif duduk atau defensif tidur, harus defensif aktif. Pertahanan kita adalah pertahanan pulau-pulau besar, sehingga jika kita diserang, kita harus mampu bertahan di pulau-pulau kita, karena pengiriman logistik tidak akan bisa dilakukan secara cepat,” jelas Menhan Prabowo. (nhn/yas)
Hankam

Penertiban Bendera di Aceh Tewaskan Warga, TNI AD: Kami Pakai Peluru Hampa dan Karet Peluru Hampa dan Karet
TNI AD menyatakan tindakan pengamanan saat penertiban Bendera Bulan Bintang di Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh, menggunakan peluru hampa dan karet setelah massa anarkis. Peristiwa tersebut mengakibatkan satu warga tewas serta belasan warga dan prajurit luka-luka.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































