HANKAM

Menhan Prabowo Tegaskan Lima Elemen Terwujudnya Kekuatan Nasional

Menhan Prabowo Tegaskan Lima Elemen Terwujudnya Kekuatan Nasional
(Dok IDM)

Jakarta,IDM - Menteri Pertahanan (Menhan) RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa terdapat lima elemen untuk mewujudkan kekuatan nasional Indonesia, yaitu luas wilayah dan populasi, kekuatan ekonomi, kekuatan militer, tujuan strategis, serta kehendak nasional.

Hal tersebut disampaikan Menhan Prabowo dalam orasi ilmiahnya di Universitas Pancasila saat menghadiri Sidang Senat Terbuka Wisuda Semester Gasal Tahun Akademik 2021-2022 Universitas Pancasila di Jakarta Convention Center (JCC), Selasa, (7/6).

Menhan Prabowo menjelaskan jika elemen tersebut disusun dalam sebuah formula, layaknya rumus matematika, maka akan menjadi PP = (C+E+M) x (S+W).

PP adalah perceived power, yang jika dipersepsikan berarti kekuatan nasional. Selanjutnya C yaitu critical mass yang terdiri dari luas wilayah dan populasi. E dan M merupakan economic dan military strength. Sementara S dalam rumus tersebut merepresentasikan strategic purpose dan W adalah national will.

“Luas wilayah kau hitung. Mungkin dari segi luas wilayah, wilayah kita merupakan negara ke-12 terbesar di dunia. Kemudian, ditambah dengan air (perairan), mungkin kita berada di urutan kedelapan atau kesembilan di dunia. Sementara populasi Indonesia berada pada peringkat keempat terbanyak di dunia,” jelas Menhan Prabowo.

Saat ini kekuatan ekonomi (economic strength) Indonesia, menurut Menhan Prabowo berada pada peringkat ke-16 terbesar di dunia.

“Oleh karena itu, kita adalah bagian dari G20. Tahun ini, kita juga menjadi tuan rumah penyelenggaraan G20, kelompok 20 negara ekonomi besar dunia,” tambahnya.

Menhan Prabowo menyebut bahwa kekuatan militer (military strength) juga tidak bisa diabaikan karena memainkan peran penting bagi kekuatan sebuah negara.

“Military strength, ini dihitung. Jadi, kalau economic strength dan critical mass bagus, namun military strength tidak bagus, ya turun kekuatan nasional kita,” tegas mantan Danjen Kopassus ini.

Elemen keempat yaitu strategic purpose di mana elemen tersebut merepresentasikan apa tujuan strategis negara kita.

“Indonesia ingin menjadi negara yang terhormat dan duduk bersama dengan negara-negara besar lainnya di dunia, karena kita punya kemampuan,” tegas Menhan Prabowo.

Tujuan strategis tersebut disebut Menhan Prabowo juga perlu didukung dengan adanya national will atau kehendak nasional. (nhn/yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Kapolri, KSAD dan Pangkostrad

KSAD dan Pangkostrad Sambangi Mabes Polri, Ada Apa?

KSAD Jenderal TNI Tandyo Budi Revita didampingi Pangkostrad Letjen TNI Iwan Setiawan menyambangi Mabes Polri untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat koordinasi TNI-Polri dalam menjaga stabilitas keamanan nasional.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.