Menhan Prabowo Pimpin Sertijab Dua Pejabat Kementerian Pertahanan

Jakarta, IDM - Menteri Pertahanan (Menhan) Republik Indonesia memimpin upacara pengangkatan sumpah, pelantikan, dan sertijab dua pejabat di Kementerian Pertahanan, Jakarta, Rabu (6/7).
Menhan Prabowo melantik Mayjen TNI Budi Prijono sebagai Irjen Kemhan yang baru dan Brigjen TNI Bambang Trisnohadi sebagai Staf Ahli Menhan Bidang Keamanan. Kedua pejabat baru Kementerian Pertahanan ini resmi menggantikan seniornya Letjen TNI (Purn) Ida Bagus dan Marsda TNI (Purn) Erwin Buana yang memasuki masa purna tugas.

Dalam amanatnya, Menhan Prabowo menyampaikan selamat atas kepercayaan negara dan bangsa kepada kedua pejabat baru tersebut dan mengingatkan untuk mempersiapkan seluruh sistem pertahananan guna menghadapi ancaman dan hambatan.
“Berbuat dan berikan yang terbaik bagi bangsa dan negara,” tegas Menhan Prabowo.
Menhan Prabowo juga menyampaikan ungkapan terima kasih kepada pejabat lama atas pengabdiannya di Kementerian Pertahanan dan berharap terus memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara. (gin)
Hankam

Penertiban Bendera di Aceh Tewaskan Warga, TNI AD: Kami Pakai Peluru Hampa dan Karet Peluru Hampa dan Karet
TNI AD menyatakan tindakan pengamanan saat penertiban Bendera Bulan Bintang di Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh, menggunakan peluru hampa dan karet setelah massa anarkis. Peristiwa tersebut mengakibatkan satu warga tewas serta belasan warga dan prajurit luka-luka.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































