Marsma TNI Wahyu, Pati TNI AU yang Jabat Danpaspampres

Jakarta,IDM - Jabatan Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspampres) kini resmi diemban oleh seorang perwira tinggi (Pati) TNI Angkatan Udara (TNI AU), Marsekal Pertama (Marsma) TNI Wahyu Hidayat Sudjatmiko. Dengan jabatan barunya, pangkat Wahyu naik satu tingkat menjadi Marsekal Muda (Marsda).
Pengangkatan lulusan Akademi Angkatan Udara (AUU) 1993 ini sesuai dengan keputusan yang tertuang dalam Surat Keputusan Panglima TNI Nomor 6 Kep/558/VI/2022 tertanggal 27 Juni 2022 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan Dalam Jabatan di Lingkungan TNI yang ditandatangani oleh Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa.
Wahyu mengawali karier militernya dari kecabangan Kopasgat, pasukan elit TNI AU, sebagai Komandan Batalyon Komando 462/Paskhas pada tahun 2006. Selanjutnya secara berturut-turut pada 2008 dan 2019, ia ditunjuk sebagai Komandan Skadron Udara Karbol Tk. II AAU dan Komandan Menwalprtoneg Paspampres.
Masih pada tahun yang sama di 2010, Wahyu ditugaskan sebagai Komandan Grup C Paspampres. Empat tahun berselang, ia kembali bertugas di jajaran petinggi pasukan elit TNI AU sebagai Asops Korpaskhas pada 2014-2015.
Karier militernya terus menanjak dengan diangkat sebagai Komandan Pusdiklat Paskhas (2015-2016), Asren Korpaskhas (2018-2021) dan kembali ke lingkungan istana pada 2021-2022 dengan menjabat sebagai Wakil Komandan Paspampres sebelum akhirnya diangkat menjadi Komandan Paspampres sejak 27 Juni 2022. (yas)
Hankam

KSAD dan Pangkostrad Sambangi Mabes Polri, Ada Apa?
KSAD Jenderal TNI Tandyo Budi Revita didampingi Pangkostrad Letjen TNI Iwan Setiawan menyambangi Mabes Polri untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat koordinasi TNI-Polri dalam menjaga stabilitas keamanan nasional.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































