Marsekal Fadjar Terima Laporan Kenaikan Pangkat Sepuluh Pati TNI AU

Jakarta,IDM - Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo menerima laporan kenaikan pangkat sepuluh Perwira Tinggi (Pati) TNI AU, di mana salah satunya terdapat nama Komandan Kopasgat (Dankopasgat) Marsekal Muda (Marsda) TNI Taspin Hasan.

Laporan kenaikan pangkat tersebut dilakukan di Ruang Hening Mabesau, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (30/6). Mengutip keterangan resmi Dispenau, selain Dankopasgat, sembilan Pati TNI AU lainnya yang mendapat kenaikan pangkat adalah sebagai berikut:
- Marsda TNI Andi Kustoro (Pa Sahli Tk. III Bid. Ekkudag Panglima TNI)
- Marsma TNI Rustivo Idris Yunus, (Irum Itjenau)
- Marsma TNI Sentot Adhi Kurnianto (Kaskogartap II/Bandung)
- Marsma TNI Agus Hendriyadi (Pa Sahli Kasau Bid. Strahan)
- Marsma TNI Ir. Junaidi (Pa Sahli Kasau Bid. Iptek)
- Marsma TNI Jatmiko Adi (Kadisopslatau)
- Marsma TNI dr. M. Roikhan Harowi (Kalakespra dr. Saryanto),
- Marsma TNI Mohammad Yani Rudiansyah (Kapuslaik Kemhan),
- Marsma TNI Dr. Ir Rudy A G. Gultom (Wadek Fakultas Teknologi Pertahanan UNHAN)
Sebelumnya, kesepuluh Pati TNI AU tersebut telah melaporkan kenaikan pangkatnya kepada Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa bersama 24 Pati TNI AD dan TNI AL, di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur. (yas)
Hankam

KSAD dan Pangkostrad Sambangi Mabes Polri, Ada Apa?
KSAD Jenderal TNI Tandyo Budi Revita didampingi Pangkostrad Letjen TNI Iwan Setiawan menyambangi Mabes Polri untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat koordinasi TNI-Polri dalam menjaga stabilitas keamanan nasional.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































