Marinir dan AS Padukan Roket Vampire hingga HIMARS di Baturaja

Jakarta, IDM – Dentuman keras instrumen persenjataan roket menggema di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Baturaja, Sumatra Selatan. Pasukan Korps Marinir bersama unsur TNI AD dan militer Amerika Serikat menggelar aksi penembakan terintegrasi (land joint strike), Jumat (4/9).
Latihan tempur ini memadukan tiga sistem senjata roket multi-laras (Multi Launch Rocket System/MLRS). Korps Marinir mengerahkan roket MLRS RM-70 Vampire, TNI AD menerjunkan Astros II MK6, sementara Angkatan Darat Amerika Serikat (US Army) mengoperasikan M142 HIMARS.

Kolaborasi ini menguji sinkronisasi lintas armada dan integrasi strategi pertempuran darat. Para personel menguji ketepatan eksekusi, kecepatan komando, hingga koordinasi serangan gabungan agar tembakan roket jatuh presisi di titik sasaran.
Baca Juga: Pangkogabwilhan I dan Pangdam Tanjungpura Semprot Bios 44, Cegah Karhutla di Kubu Raya
Gempuran roket di Baturaja ini memperluas jangkauan latihan pertempuran darat dalam Super Garuda Shield 2026 yang berlangsung maraton sejak awal pekan di Lampung. Sebelumnya, prajurit Korps Marinir bersama pasukan gabungan Amerika Serikat, Jepang, dan Korea Selatan menuntaskan serangkaian uji kemampuan di Teluk Pandan, Pesawaran.
Rangkaian diawali latihan tembak mortir dan simulasi tembak lorong reaksi pada Selasa (1/9). Memasuki hari kedua pada Rabu (2/9), giliran materi menembak jitu (sniper), navigasi penunjuk arah (point man course), hingga teknik bertahan hidup di hutan (jungle survival) yang dijajal. Puncaknya pada Kamis (3/9), empat pasukan negara ini beradu kecepatan dan ketepatan melepaskan tembakan melalui Infantry Marksmanship Training Program (IMTP).

Panglima Korps Marinir Letjen TNI (Mar) Endi Supardi menegaskan keikutsertaan Korps Marinir dalam Super Garuda Shield 2026 bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan operasional sekaligus memperkuat kerja sama pertempuran (interoperabilitas).
Baca Juga: Kolaborasi TNI AD dengan Pemprov Jabar, Olah Sampah jadi Solar
"Keterlibatan prajurit Marinir dalam latihan gabungan bersama Super Garuda Shield 2026 menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapan operasional dan interoperabilitas dalam operasi gabungan," ujar Endi, dikutip dari keterangan Dispen Kormar, Sabtu (5/9).
Endi menambahkan, skenario tembakan darat terpadu (land joint strike) ini menjadi ajang bagi Korps Marinir untuk menguji daya gempur pasukan. Latihan ini sekaligus memperkokoh kemitraan pertahanan dengan militer negara sahabat di kawasan Indo-Pasifik.
Aksi gempuran roket terpadu ini menjadi bagian penting dari Super Garuda Shield 2026 yang dijadwalkan berlangsung hingga 11 September mendatang. Secara keseluruhan, agenda internasional edisi ke-5 ini mengerahkan 4.743 personel dari 21 negara.
Hankam

TNI AD Siagakan Pasukan di Jakarta untuk Tangkal Ancaman yang Ganggu Stabilitas Negara
TNI Angkatan Darat memastikan pengerahan pasukan di Jakarta adalah bagian dari kesiapsiagaan menghadapi ancaman yang ganggu stabilitas negara. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono kepada wartawan di Jakarta, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































