HANKAM

KSAU Terima Paparan RGB Latihan Angkasa Yudha TA 2022

KSAU Terima Paparan RGB Latihan Angkasa Yudha TA 2022
(Dok Dispenau)

Jakarta,IDM - Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo mengapresiasi kerja keras dan persiapan yang telah dilakukan oleh tim Staf Komando Latihan (Kolat) Angkasa Yudha (AYU) TA 2022 dan berharap nantinya latihan dapat berjalan dengan lancar dan aman.

Hal tersebut disampaikan KSAU setelah menerima paparan yang disampaikan oleh Direktur Latihan (Dirlat) Angkasa Yudha TA 2022, Komandan Kodiklatau Marsdya TNI Nanang Santoso, di Mabesau Cilangkap, Jakarta Timur. Kamis (02/06).

(Dok Dispenau)

“Hal-hal yang sudah baik dari latihan sebelumnya dapat diteruskan dan yang masih kurang, dapat diperbaiki,” harap KSAU selaku Pimpinan Umum (Pimum) Latihan AYU.

Selanjutnya, Fadjar memberi kesempatan kepada Staf Kolat agar terus memperbaiki dan merevisi skenario latihan sesuai dengan dinamika lingkungan strategis serta masukan dari masing-masing peserta rapat.

Mengutip pernyataan Dispenau, Latihan Angkasa Yudha 2022 bertujuan untuk memelihara, meningkatkan, dan menguji kemampuan Kotamaops TNI AU dan satuan-satuan jajarannya dalam menyusun operasi udara gabungan pada rencana kampanye Kogab TNI, serta menguji doktrin. (YAS)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.