HANKAM

KSAU Pimpin Ziarah di Monumen Perjuangan TNI AU Jelang Hari Bakti TNI AU Ke-75

KSAU Pimpin Ziarah di Monumen Perjuangan TNI AU Jelang Hari Bakti TNI AU Ke-75
(Dok Dispenau)

Yogyakarta,IDM - Menjelang peringatan Hari Bakti TNI AU ke-75, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo memimpin ziarah di monument perjuangan TNI AU, Ngoto, Bantul, Yogyakarta, Kamis (28/7).

Ziarah dilakukan untuk menghormati jasa-jasa perjuangan para pahlawan dalam mempertahankan kemerdekaan RI sekaligus mendoakan arwah pahlawan nasional.

(Dok Dispenau)

Kegiatan diawali dengan penghormatan kepada arwah pahlawan, mengheningkan cipta dan peletakan karangan bunga serta tabur bunga ke makam Komodor Muda Udara Adisutjipto beserta istri dan Komodor Muda Udara Prof. Dr. Abdulrachman Saleh beserta istri.

Ziarah turut dihadiri oleh para Pati Purnawirawan TNI AU, Pangkoopsudnas, Aspers KSAU, Gubernur AAU, Danlanud Adisutjipto, dan Kadispenau. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Kapolri, KSAD dan Pangkostrad

KSAD dan Pangkostrad Sambangi Mabes Polri, Ada Apa?

KSAD Jenderal TNI Tandyo Budi Revita didampingi Pangkostrad Letjen TNI Iwan Setiawan menyambangi Mabes Polri untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat koordinasi TNI-Polri dalam menjaga stabilitas keamanan nasional.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.