KSAU: Jaga Semangat Rela Berkorban dan Kepahlawanan Perintis TNI AU

Yogyakarta,IDM - Generasi penerus TNI Angkatan Udara (TNI AU) berkewajiban menjaga semangat cinta Tanah Air, rela berkorban dan kepahlawanan yang telah ditunjukkan oleh para perintis TNI AU 75 tahun lalu saat mereka tetap teguh menjaga angkasa Tanah Air, meskipun dihadapkan dengan segala keterbatasan.
Demikian ditegaskan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo saat memimpin kegiatan terbang napak tilas Hari Bakti TNI AU di Baseops Lanud Adisutjipto, Yogyakarta, Jumat (29/7).
Kegiatan ini terselenggara sebagai refleksi keteguhan jati diri para kadet TNI AU yang menjaga dirgantara Indonesia sekaligus untuk mengenang kembali heroisme mereka pada 29 Juli 1947.

Pada tanggal bersejarah tersebut, para kadet TNI AU melakukan operasi udara pengeboman ke markas Belanda di Semarang, Salatiga, dan Ambarawa dengan menggunakan dua pesawat Churenk dan satu Guntai.
Melalui terbang napak tilas, Fadjar berharap para perintis TNI AU dapat terus menanamkan nilai-nilai perjuangan dalam diri mereka. Kegiatan ini diwarnai dengan teatrikal oleh kolaborasi siswa Sekbang Lanud Adisutjipto Yogyakarta dan komunitas "45", yang memvisualisasikan peristiwa pengeboman. Dalam teatrikal pesawat Churenk dan Guntai diperankan oleh pesawat TP-120 Grop yang diterbangkan para instruktur penerbang Wingdik Terbang Lanud Adisutjipto Yogyayarta. (yas)
Hankam

KSAD dan Pangkostrad Sambangi Mabes Polri, Ada Apa?
KSAD Jenderal TNI Tandyo Budi Revita didampingi Pangkostrad Letjen TNI Iwan Setiawan menyambangi Mabes Polri untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat koordinasi TNI-Polri dalam menjaga stabilitas keamanan nasional.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































