KSAU: Hadirkan Atmosfer Positif dan Berperan Aktif dalam Bekerja

Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo memimpin apel luar biasa halalbihalal Hari Raya Idul Fitri 1443 H di Mabesau Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (03/06).
Dalam amanatnya, KSAU menyebut bahwa tugas dan tantangan TNI AU akan semakin kompleks dan dinamis di masa depan, terlebih dengan ditambah berbagai disrupsi tingkat global dan nasional.

KSAU kemudian mengajak personel Mabesau untuk turut berperan aktif dalam menghadirkan atmosfer kerja positif. "Teruslah berperan aktif dalam menghadirkan atmosfer kerja positif yang berlandaskan kebersamaan dan kedisiplinan," ungkap KSAU seperti dilansir dari Dispenau.
“Perhatikan safety di lingkungan kerja, pastikan seluruh sistem kerja dapat berjalan sesuai prosedur sehingga dapat memberikan kondisi yang kondusif untuk bekerja dengan optimal,” tambah Fadjar.
Lebih lanjut, KSAU mengajak seluruh prajurit dan PNS TNI AU agar dapat kembali menggugah kembali semangat dan kebersamaan dalam setiap pengabdian agar TNI AU dapat hadir di tengah masyarakat Indonesia sebagai perekat persatuan dan kesatuan bangsa. (YAS)
Hankam

Penertiban Bendera di Aceh Tewaskan Warga, TNI AD: Kami Pakai Peluru Hampa dan Karet Peluru Hampa dan Karet
TNI AD menyatakan tindakan pengamanan saat penertiban Bendera Bulan Bintang di Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh, menggunakan peluru hampa dan karet setelah massa anarkis. Peristiwa tersebut mengakibatkan satu warga tewas serta belasan warga dan prajurit luka-luka.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































