KSAU Dianugerahi Pingat Jasa Gemilang oleh Pemerintah Singapura

Singapura, IDM - Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, dianugerahi Pingat Jasa Gemilang (Tentera) atau Meritorious Service Medal (Military) yang diserahkan oleh Singapore Minister of Defence, Dr Ng Eng Hen, Kamis (13/10).
Dalam sambutannya Dr Ng Eng Hen menyatakan bahwa Pingat Jasa Gemilang (Tentera), sebagai bentuk penghargaan atas jasa luar biasa dalam meningkatkan hubungan dan kerjasama pertahanan khususnya antar Angkatan Udara kedua negara. Selama dua tahun terakhir, meskipun berada di tengah Pandemi, tapi kerjasama dapat terus dilanjutkan dengan baik, dengan menerapkan protokol kesehatan, sehingga AU kedua negara bersama-sama dapat menjaga kondisi aman dan damai di kawasan.
Pada kesempatan tersebut KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, menyampaikan penghargaan yang tinggi atas kepercayaan dari Pemerintah Singapura dan menegaskan bahwa penghargaan tersebut bukan merupakan pencapaian pribadi, namun lebih dari itu penghargaan tersebut adalah bukti dan komitmen dari kerjasama yang sangat baik dari Angkatan Udara kedua negara. (GIN)
Hankam

KSAD dan Pangkostrad Sambangi Mabes Polri, Ada Apa?
KSAD Jenderal TNI Tandyo Budi Revita didampingi Pangkostrad Letjen TNI Iwan Setiawan menyambangi Mabes Polri untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat koordinasi TNI-Polri dalam menjaga stabilitas keamanan nasional.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































