KSAU Apresiasi Workshop Perumusan Konsep Urban Warfare

Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kinerja seluruh unsur yang terlibat dalam Kelompok Kerja (Pokja) perumusan konsep Urban Warfare saat memimpin kegiatan workshop di Mabesau, Cilangkap, Jakarta Timur, Jum’at (31/12).

KSAU menyampaikan kepada seluruh peserta kegiatan workshop agar beberapa hal yang telah dibahas dapat ditindaklanjuti dan dapat membawa manfaat bagi kemajuan sistem pertahanan negara.

Dalam kegiatan ini, Pangkoopsau III Marsda TNI Samsul Rizal memaparkan materi "Optimalisasi Refocusing Program Pembangunan Guna Meningkatkan Kesiapan Operasi Koopsau III".

Dilanjutkan dengan paparan mengenai Peperangan Asimetris dan Peperangan Kota oleh Kadisaero Marsma TNI Oki Yanuar dan Dokumen Strategis Doktrin, Strategi dan Postur yang dipaparkan oleh Kaskoopsau I Marsma TNI Jorry Soleman Koloay.

Hadir mengikuti kegiatan workshop, Wakil Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Madya TNI A. Gustaf Brugman, para asisten KSAU, serta para pejabat utama TNI Angkatan Udara, dan mengikuti secara virtual Pangkoopsau II, Pangkoopsau III, Dankorpaskhas, Danseskoau. (nhn)
Hankam

KSAD dan Pangkostrad Sambangi Mabes Polri, Ada Apa?
KSAD Jenderal TNI Tandyo Budi Revita didampingi Pangkostrad Letjen TNI Iwan Setiawan menyambangi Mabes Polri untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat koordinasi TNI-Polri dalam menjaga stabilitas keamanan nasional.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































