KSAU: Adaptasi Kunci Hadapi Dinamika Global

Jakarta,IDM - Dinamika global menjadi sebuah fakta yang harus diantisipasi dan kelangsungan hidup (survivalibility) suatu bangsa ditentukan oleh kemampuannya beradaptasi di tengah dinamika yang terjadi.
Demikian disampaikan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo selaku Keynote Speaker dalam keterangan tertulis yang dibacakan oleh Wakasau Marsdya TNI A. Gustaf Brugman dalam Webinar Internasional yang diselenggarakan RSPAU dr. S. Hardjolukito, Yogyakarta, Kamis (21/7).
KSAU juga menyampaikan bagaimana visi Angkatan Udara terkait penyiapan air crew yang handal dalam rangka pengawakan alutsista generasi teknologi ke-5. “Bangsa Indonesia dan Angkatan Udara telah bersepakat untuk maju. Oleh karena itu semua elemen bangsa juga harus bersepakat untuk berubah, sekaligus siap menghadapi berbagai konsekuensinya,” ungkap Fadjar.
Webinar bertajuk "Strategi Penyiapan Air Crew Yang Handal, Menghadapi Era 5.0" diselenggarakan dalam rangka Peringatan Hari Bakti TNI Angkatan Udara ke-75, sekaligus peringatan Hari Ulang Tahun RSPAU dr. S. Hardjolukito ke-10. (yas)
Hankam

KSAD dan Pangkostrad Sambangi Mabes Polri, Ada Apa?
KSAD Jenderal TNI Tandyo Budi Revita didampingi Pangkostrad Letjen TNI Iwan Setiawan menyambangi Mabes Polri untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat koordinasi TNI-Polri dalam menjaga stabilitas keamanan nasional.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































