KSAL Sidak Sarana dan Prasarana Kesiapan Rencana Relokasi Mako Lantamal IV

Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono melaksanakan inspeksi mendadak (Sidak) sarana dan prasarana ke Markas Komando (Mako) Pangkalan TNI AL (Lanal) Batam yang akan menjadi Mako Lantamal IV, Minggu (17/7).
Dikutip dari keterangan Dispenal, Selasa (19/7), Yudo juga berkesempatan berolahraga bersama Personel Lanal Batam dilanjutkan Fun Walk di sekitar Komplek dan Mako Lanal Batam, dan juga menerima paparan tentang Relokasi Lanal Batam, Lantamal IV dan Koarmada I di ruang rekreasi Mako Lanal Batam.

Setibanya di Lanal Batam, Yudo dan rombongan diterima Danlanal Batam Kolonel Laut (KH) Farid Ma'ruf didampingi Palaksa Lanal Batam Letkol Laut (P) Fery Anton beserta keluarga besar Lanal Batam.
Sejumlah pejabat turut bersama rombongan Yudo, di antaranya Pangkoarmada RI Laksamana Madya TNI Abdul Rasyid, Asrena KSAL Laksamana Muda TNI Iwan Isnurwanto, dan Asintel KSAL Laksamana Muda TNI Angkasa Dipua.
Turut hadir, Asops KSAL Laksamana Muda TNI Dadi Hartanto, Pangkoarmada I Laksamana Muda TNI Arsyad Abdullah dan Danlantamal IV Tanjung Pinang Laksamana Pertama TNI Kemas M Ikhwan Madani serta Kadisfaslanal Laksamana Pertama TNI Agus Santoso. (at)
Hankam

KSAD dan Pangkostrad Sambangi Mabes Polri, Ada Apa?
KSAD Jenderal TNI Tandyo Budi Revita didampingi Pangkostrad Letjen TNI Iwan Setiawan menyambangi Mabes Polri untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat koordinasi TNI-Polri dalam menjaga stabilitas keamanan nasional.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































