HANKAM

KSAL : Pengembangan Teknologi Industri Pertahanan Menjadi Solusi Mengurangi Ketergantungan Negara Lain

KSAL : Pengembangan Teknologi Industri Pertahanan Menjadi Solusi Mengurangi Ketergantungan Negara Lain
Photo: Dok. Dispenal

Jakarta, IDM - ”Pembangunan Alutsista kapal Patroli Cepat (PC) 40 meter yang telah berhasil dibuktikan PT. Karimun Anugerah Sejati dalam pengembangan teknologi industri pertahanan diharapkan dapat menjadi solusi dalam upaya mengurangi ketergantungan dari negara lain di masa mendatang”. Demikian harapan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M., dalam amanatnya yang disampaikan Asisten Logistik (Aslog) Kasal Laksamana Muda TNI Puguh Santoso, S.E., M.M., saat Launching Ceremony kapal 40 M di Galangan PT. Karimun Anugrah Sejahtera, Batam, Kepulauan Riau, Selasa, (25/5).

Menurut KSAL, PT. Karimun Anugrah Sejati, telah berhasil dan mampu diandalkan dalam pengembangan teknologi industri pertahanan bagi kepentingan nasional khususnya pengadaan Alutsista TNI Angkatan Laut di masa mendatang, terlebih khusus kapal-kapal bantu Hidro Oseanografi yang selama ini masih dilakukan pengadaan dan pembangunan oleh galangan kapal luar negeri.

“Pembangunan kapal PC 40 M telah sampai pada tahap launching. Kehadiran kapal PC 40 meter yang nantinya akan difungsikan sebagai kapal bantu Hidro Oseanografi, diharapkan dapat menajamkan kemampuan Pushidrosal dalam mendukung dan memantapkan perannya sebagai lembaga Hidrografi Nasional dan Pusat Informasi Geospasial Kelautan Indonesia,” tutur KSAL Laksamana TNI Yudo Margono

KSAL : Pengembangan Teknologi Industri Pertahanan Menjadi Solusi Mengurangi Ketergantungan Negara Lain
Photo: Dok. Dispenal

Selain itu, luasnya wilayah perairan Indonesia yang perlu disurvei membutuhkan jumlah kapal survei yang tidak sedikit. Untuk itu, pengadaan kapal ini menjadi solusi dalam upaya pemenuhan kebutuhan tersebut, tambahnya.

Satu unit kapal Patroli Cepat (PC) 40 M yang merupakan hasil karya anak bangsa ini, memiliki spesifikasi panjang seluruh (LOA): 45,50 meter, lebar: 7,90 meter, tinggi: 4,25 meter, berat: 220 ton, kecepatan ekonomis (patroli): 15 knots, kecepatan jelajah (cruising): 17 knots, kecepatan maksimum: 24 knots, endurance: minimal 6 hari, memiliki persenjataan 30 mm dan 12,7 mm dan mampu mengangkut 35 personel.

Kegiatan yang turut dihadiri Wadanpushidrosal, Kadismatal, Kadislaikmatal, Danlantamal IV Tanjung Pinang, Danguskamla Koarmada I dan Danlanal Batam ditandai dengan penandatanganan Berita Acara oleh Kepala Dinas Pengadaan Angkatan Laut (Kadisadal) Laksamana Pertama TNI Maman Rohman. S.T., M.Han dan Direktur PT Karimun Anugrah Sejahtera Jacky Sucipto disaksikan Aslog Kasal Laksamana Muda TNI Puguh Santoso, S.E., M.M dan Franky Sucipto. (rgp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.