KSAL: Fasilitas Olahraga Untuk Gaya Hidup Sehat

Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M., menekankan kepada prajurit TNI AL untuk memanfaatkan fasilitas olahraga yang telah dibangun seoptimal mungkin dan menjadikan olahraga sebagai bagian gaya hidup sehat. Penekanan tersebut disampaikan saat meresmikan beberapa sarana olahraga militer di jajaran TNI Angkatan melalui video conference (vidcon) dari Pondok Dayung Jakarta Utara, Jumat pagi (28/05).
Beberapa fasilitas militer yang diresmikan secara terpusat dari Pondok Dayung yakni kolam renang militer Tirto Sagoro-02 sarana parkir dan kantin Komando Armada (Koarmada) I Pondok Dayung, kolam renang militer Tirto Sagoro-05 Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) VI Makassar, kolam renang militer Tirto Sagoro-06 Lantamal XIV Sorong, dan peresmian perbaikan lapangan tenis komplek TNI AL Pangkalan Jati, serta Rumah Negara (Rumneg) T-45/6 unit Kormar Cilandak, Jakarta Selatan.

Menurut KSAL, kondisi pandemi Covid 19 yang terjadi saat ini memerlukan kebugaran dan Kesehatan tubuh sebagai modal utama bagi setiap prajurit untuk dapat menyelesaikan beban tugas dengan baik dan optimal. TNI AL sangat mendukung pembinaan kesamaptaan dengan penyediaan fasilitas olahraga bagi setiap personelnya.
Ditambahkan KSAL, bahwa pembangunan sarana olahraga militer ini merupakan bentuk aplikasi dan pembinaan prajurit yang selaras dengan kebijakan rencana strategis TNI Angkatan Laut untuk mewujudkan TNI AL yang profesional, mandiri dan tangguh.

“Manfaat olahraga, tidak hanya sekedar menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh namun dapat menyehatkan mental atau pikiran yang stres akibat rutinitas kerja sehari-hari, selain sebagai sarana menjalin komunikasi dalam suasana informal dan kekeluargaan dengan harapan dapat tercipta hubungan komunikasi yang lebih baik antara satu dengan yang lainnya, sehingga berdampak pada peningkatan rasa kebersamaan dan kekompakan di antara kita”, tutur KSAL.
Laksamana TNI Yudo Margono juga menekankan bahwa pembangunan dan pengembangan fasilitas olahraga ini juga merupakan komitmen TNI AL untuk peningkatan pembinaan prestasi olahraga dan kesamaptaan jasmani bagi prajurit TNI AL. Selain sebagai penunjang stamina dalam melaksanakan tugas operasi, sekaligus untuk mencari bibit berprestasi.
Peresmian ditandai dengan penekanan tombol sirine, penandatanganan prasasti dan pemotongan pita oleh KSAL didampingi Wakasal Laksdya TNI Ahmadi Heri Purwono, S.E., M.M., Danpushidrosal Laksdya TNI Dr. Agung Prasetiawan, M.A.P., Asrena KSAL Laksda TNI Muhammad Ali, S.E.,M.M., Aslog Kasal Laksda TNI Puguh Santoso, S.E., M.M., Pangkoarmada I Laksda TNI Abdul Rasyid, K, S.E., M.M., Wadan Kormar Brigjen TNI (Mar) Endi Supardi, S.E., M.Tr.Opsla., dan Kadisfaslanal Laksma TNI Agus Santoso, S.E.
Selanjutnya dalam acara tersebut juga ditampilkan testimoni para prajurit dan purnawirawan TNI AL pengguna sarana dan prasarana dinas seperti kolam Renang Militer Koarmada I Pondok Dayung, Rumah Negara (Rumneg) T-45/6 unit Kormar Cilandak, dan kolam renang militer Lantamal VI Makassar, kolam renang militer Lantamal XIV Sorong, serta Lapangan Tenis Pangkalan Jati. (Wan)
Hankam

Penertiban Bendera di Aceh Tewaskan Warga, TNI AD: Kami Pakai Peluru Hampa dan Karet Peluru Hampa dan Karet
TNI AD menyatakan tindakan pengamanan saat penertiban Bendera Bulan Bintang di Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh, menggunakan peluru hampa dan karet setelah massa anarkis. Peristiwa tersebut mengakibatkan satu warga tewas serta belasan warga dan prajurit luka-luka.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































