KSAD Pimpin Wisuda 164 Pati TNI AD di HUT Akmil

Jakarta, IDM - Sebanyak 164 Perwira Tinggi (Pati) TNI AD mengikuti Wisuda Purna Wira (WPW), bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 65 Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jumat (11/11).
Upacara yang berlangsung di Gedung Moch. Lily Rochli Akmil ini, dipimpin oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman dan dihadiri Ketum PPAD, Ketua Umum DPP Pepabri, Ketua Perip, pejabat utama TNI AD, Gubernur Akmil, beserta tamu undangan lainnya.
Dari total 164 wisudawan Pati TNI AD terdapat 11 orang Pati berpangkat Letnan Jenderal, 53 orang Pati berpangkat Mayor Jenderal serta 100 orang Pati berpangkat Brigadir Jenderal.

Proses diawali dengan penerimaan piagam penghargaan yang diberikan KSAD dan Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana Rahma Dudung Abdurachman, dilanjutkan penyerahan pedang Pama dari Letjen TNI Purn Ganip Warsito selaku perwakilan wisudawan kepada Pama TNI AD sebagai generasi penerus bangsa.
Baca: HUT Akmil ke 65, KSAD Modernisasi Museum
Kemudian perwakilan wisudawan secara simbolis menerima KTA Pepabri, KTA Perip dan KTA PPAD, pemakaian topi dan penyematan lencana serta penerimaan Psikograf dan buku kenangan.
Upacara diakhiri tradisi pelepasan wisudawan beserta istri di bawah hunusan ponyard pora (Pedang Taruna) Taruna Akmil. (rr)
Hankam

KSAD dan Pangkostrad Sambangi Mabes Polri, Ada Apa?
KSAD Jenderal TNI Tandyo Budi Revita didampingi Pangkostrad Letjen TNI Iwan Setiawan menyambangi Mabes Polri untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat koordinasi TNI-Polri dalam menjaga stabilitas keamanan nasional.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































