KSAD Berikan Pengarahan di Secapa Angkatan Darat

Bandung, IDM - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD)Jenderal TNI Dudung Abdurachman memberikan pengarahan kepada siswa perwira dan tenaga pendidik serta tenaga pendukung pendidikan Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat (Secapa AD) di Bandung, Senin (21/3).
Dalam pengarahan yang mengangkat tema Kepemimpinan Militer di Era Perubahan ini, Dudung mengatakan sebagai pemimpin harus memiliki keteladanan dan manajerial yang baik agar dapat melaksanakan tugas-tugas yang semakin kompleks di masa mendatang.

Dudung menegaskan tentang tantangan dalam kepemimpinan militer dihadapkan dengan perubahan generasi di era globalisasi saat ini. Untuk itu, menurutnya, Kepemimpinan Militer memiliki tiga tingkatan yaitu Kepemimpinan Strategis, Kepemimpinan Operasional dan Kepemimpinan Taktis.
"Kepemimpinan militer menjadi tolok ukur keberhasilan dalam pengambilan suatu keputusan," tegas Dudung.
Di hadapan siswa perwira dan tenaga pendidik serta personel organik Secapa AD, Dudung memberikan motivasi kepada para calon perwira siswa Secapa AD untuk tidak takut ataupun gagal serta percaya dan yakin pada diri sendiri.

Pada akhir pengarahannya, Dudung menyampaikan bahwa pada seleksi penerimaan calon siswa Secapa AD akan diprioritaskan para lulusan Politeknik Angkatan Darat (Poltekad). Pada Tahun Pendidikan 2022, Secapa AD mendidik sebanyak 593 siswa perwira terdiri dari 563 siswa pria dan 30 siswa Wanita (Kowad). (nhn)
Hankam

KSAD dan Pangkostrad Sambangi Mabes Polri, Ada Apa?
KSAD Jenderal TNI Tandyo Budi Revita didampingi Pangkostrad Letjen TNI Iwan Setiawan menyambangi Mabes Polri untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat koordinasi TNI-Polri dalam menjaga stabilitas keamanan nasional.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































