Kodiklatal Siap Bimbing 904 Siswa Dikmaba Jadi Prajurit TNI AL

Jakarta, IDM - Komando Pembinaan Doktrin Pendidikan dan Latihan TNI AL (Kodiklatal) siap membimbing 904 siswa Pendidikan Pertama Bintara (Dikmaba) TNI AL angkatan XLII gelombang kedua selama 10-12 bulan ke depan di Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (17/10).
Rincian 904 siswa tersebut, 780 orang dari program reguler atau umum, dan sisanya 124 orang dari Dikmaba khusus yang bersumber dari pendidikan D3 maupun S1 berbagai disiplin ilmu.
Mereka akan mengikuti tiga tahap pendidikan, yaitu pendidikan dasar keprajuritan (Diksarit) selama tiga bulan, tahap pendidikan dasar golongan (Diksargol) dua bulan, dan tahap pendidikan dasar lanjutan golongan kejuruan (Diksargolan) antara lima hingga tujuh bulan sesuai korps atau kejuruan masing-masing.
Dalam amanatnya, Dankodiklatal Letjen TNI (Mar) Suhartono menyampaikan ucapan selamat atas keberhasilan para siswa Dikmaba angkatan LXII gelombang kedua yang lolos seleksi penerimaan prajurit TNI AL sehingga dapat mengikuti pendidikan.
"Selamat atas keberhasilan para siswa dalam mengikuti seluruh rangkaian seleksi penerimaan calon siswa bintara TNI AL dari tingkat daerah hingga tingkat pusat. Keberhasilan ini bukan sesuatu yang kebetulan, tapi memang sudah kalian siapkan sebaik-baiknya," ujar Suhartono, dikutip dari keterangan Pen Kodiklatal, Selasa (18/10).
Suhartono mengimbau agar seluruh siswa Dikmaba angkatan LXII gelombang kedua tidak menyia-nyiakan kesempatan yang sudah didapat. Sebaliknya, harus dijadikan peluang dan dorongan semangat selama mengikuti pendidikan di Kodiklatal.
Lebih lanjut, Suhartono berpesan agar para siswa dapat menanamkan kedisiplinan prajurit matra laut dengan tunduk pada semua peraturan pendidikan yang telah ditetapkan pelatih dan menghindari pelanggaran.
"Sebab, saat mulai masuk pendidikan tahap dasar keprajuritan kalian akan mendapat pembinaan fisik dan mental, serta dasar-dasar lemiliteran secara intensif dan sistematis," tuturnya. (at)
Hankam

Penertiban Bendera di Aceh Tewaskan Warga, TNI AD: Kami Pakai Peluru Hampa dan Karet Peluru Hampa dan Karet
TNI AD menyatakan tindakan pengamanan saat penertiban Bendera Bulan Bintang di Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh, menggunakan peluru hampa dan karet setelah massa anarkis. Peristiwa tersebut mengakibatkan satu warga tewas serta belasan warga dan prajurit luka-luka.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































