HANKAM

Kemhan dan BRIN Bahas Tindak Lanjut Kerja sama yang Sudah Ditandatangani

Kemhan dan BRIN Bahas Tindak Lanjut Kerja sama yang Sudah Ditandatangani
(Dok Kemhan RI)

Jakarta, IDM – Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan (Sekjen Kemhan) Marsdya TNI Donny Ermawan Taufanto memimpin rapat koordinasi antara Kementerian Pertahanan dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Rabu (13/12) di Kemhan, Jakarta.

Penyelenggaraan Rapat Koordinasi dimaksudkan untuk mendiskusikan tindak lanjut Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Kemhan dan BRIN yang sudah ditandatangani pada Maret 2022.

“Saya mengucapkan terimakasih yang setinggi – tingginya kepada rekan – rekan dari BRIN yang sudah hadir hari ini untuk mendiskusikan tindak lanjut MoU yang sudah ditandatangani”, ungkap Donny. (Gin)

 

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Kapolri, KSAD dan Pangkostrad

KSAD dan Pangkostrad Sambangi Mabes Polri, Ada Apa?

KSAD Jenderal TNI Tandyo Budi Revita didampingi Pangkostrad Letjen TNI Iwan Setiawan menyambangi Mabes Polri untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat koordinasi TNI-Polri dalam menjaga stabilitas keamanan nasional.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.