Intip Kemahiran KSAL Menembak

Jakarta, IDM -Kemahiran Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono dalam menggunakan senjata api pistol ternyata masih piawai. Hal ini dibuktikan saat latihan menembak di Lapangan Tembak Pistol Antares Mabesal Cilangkap, Jakarta Timur. Senin (31/1).
Latihan menembak bagi Kasal dan para perwira tinggi TNI AL khususnya Pejabat Utama Mabesal adalah hal yang rutin diadakan untuk mengasah kemampuan menembak dalam rangka memelihara profesionalisme mereka.
Pada latihan menembak ini, Kasal menggunakan pistol jenis Domica Xtreme kaliber 9 mm dengan memperoleh nilai 141 dari 20 butir peluru yang ditembakkan dengan Slow Fire (tembak lambat) dan Rapid Fire (tembak reaksi cepat) dari jarak 20 meter.
Selain pistol terbaru jenis Domica Xtreme kaliber 9 mm yang digunakan Kasal, pada latihan ini jenis pistol Compact F/R kaliber 9 mm juga digunakan oleh Wakasal Laksamana Madya TNI Ahmadi Heri Purwono dan para Asisten Kasal serta para Kepala Dinas di Mabesal. Kedua pistol tersebut di produksi oleh perusahaan Tamfoglio yang berasal dari Italia dan saat ini sedang dalam tahap uji coba kemampuannya oleh TNI AL.
Hankam

Penertiban Bendera di Aceh Tewaskan Warga, TNI AD: Kami Pakai Peluru Hampa dan Karet Peluru Hampa dan Karet
TNI AD menyatakan tindakan pengamanan saat penertiban Bendera Bulan Bintang di Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh, menggunakan peluru hampa dan karet setelah massa anarkis. Peristiwa tersebut mengakibatkan satu warga tewas serta belasan warga dan prajurit luka-luka.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































