Hari Bakti TNI AU, Wujud Pengabdian Kepada Tanah Air

Yogyakarta,IDM - Para generasi penerus TNI Angkatan Udara (TNI AU) harus menjadikan momen Hari Bakti TNI AU sebagai bentuk pengabdian kepada Tanah Air. Pengabdian dapat dilakukan dengan berbagai cara salah satunya melalui kegiatan sosial yang bertujuan untuk membantu dan meringankan beban masyarakat.
Demikian amanat Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo saat menjadi inspektur upacara peringatan Hari Bakti TNI AU ke-75 di Lapangan Dirgantara AAU, Yogyakarta, Jumat (29/7).
“Karya bakti tahun ini dapat membantu pembangunan masyarakat, dan tentu saja yang terpenting adalah sebagai wujud rasa cinta Tanah Air, serta meneruskan perjuangan para pendahulu TNI AU,” ungkap KSAU seperti dikutip dari keterangan resmi Dispenau.
Fadjar juga berharap para generasi penerus TNI AU dapat melanjutkan perjuangan di tengah kondisi pemulihan ekonomi nasional dengan semangat yang tinggi.
"TNI Angkatan Udara telah dan akan senantiasa memberikan upaya terbaik, guna membantu pemerintah dalam pemulihan ekonomi nasional," ungkapnya. (yas)
Hankam

KSAD dan Pangkostrad Sambangi Mabes Polri, Ada Apa?
KSAD Jenderal TNI Tandyo Budi Revita didampingi Pangkostrad Letjen TNI Iwan Setiawan menyambangi Mabes Polri untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat koordinasi TNI-Polri dalam menjaga stabilitas keamanan nasional.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































