Gelar Latihan Large Force Employment, TNI AU-RTAF Uji Kemampuan Operasi Udara

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Udara (TNI AU) dan Angkatan Udara Thailand (Royal Thai Air Force/RTAF) menguji kemampuan pelaksanaan operasi udara skala besar dan kompleks dengan menggelar Latihan Large Force Employment (LFE).
LFE yang digelar di Wing 1, Pangkalan Udara Korat, Thailand, Selasa (17/5) tersebut merupakan salah satu tahapan puncak dari seluruh rangkaian latihan bersama (latma) Elang Thainesia XX/25.
Baca Juga: Perdana, TNI AL Libatkan Dua KRI di Pelayaran Kartika Jala Krida 2025
Latihan ini menjadi sarana untuk meningkatkan interoperabilitas; mengasah kemampuan awak pesawat dan kru pendukung; menguji sistem komando dan kendali (command and control); serta mengevaluasi doktrin dan taktik tempur yang digunakan bersama.
Dalam pelaksanaannya, penerbang kedua angkatan udara melaksanakan skenario pertempuran yang menuntut koordinasi serta integrasi pesawat tempur dari berbagai jenis dan peran dalam satu misi terpadu.

Untuk itu, TNI AU dilaporkan mengerahkan unsur pesawat tempur T-50i. Sementara itu, RTAF melibatkan pesawat tempur F-16 dan T-50TH dalam simulasi tempur yang telah disusun berdasarkan skenario bersama.
“Para penerbang dari TNI AU dan RTAF melaksanakan skenario tempur realistis yang menuntut keunggulan dalam hal komunikasi, perencanaan, serta pengambilan keputusan secara cepat dan tepat,” ujar Komandan Skadron Udara 15, Letkol Pnb Hendry Yulavitra Y dikutip dari keterangan Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau) dikutip Kamis (19/6).
Baca Juga: TNI AL Tindak Tegas Calo Pendaftaran Bintara dan Tamtama di Makassar
Hendry menambahkan, konsep latihan LFE mencakup karakteristik utama, antara lain skala operasi besar, integrasi beragam platform pesawat, koordinasi lintas satuan yang intensif, serta perencanaan yang terstruktur dan matang.
Melalui LFE, TNI AU dan RTAF menunjukkan kesiapan tempur sekaligus memperkuat hubungan bilateral dan kerja sama militer dalam kerangka diplomasi pertahanan. (yas)
Hankam

Penertiban Bendera di Aceh Tewaskan Warga, TNI AD: Kami Pakai Peluru Hampa dan Karet Peluru Hampa dan Karet
TNI AD menyatakan tindakan pengamanan saat penertiban Bendera Bulan Bintang di Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh, menggunakan peluru hampa dan karet setelah massa anarkis. Peristiwa tersebut mengakibatkan satu warga tewas serta belasan warga dan prajurit luka-luka.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































