Duduk Bersama, Menhan Prabowo Bahas Kekuatan Udara Dengan KSAU

Jakarta, IDM - Menteri Pertahanan (Menhan) RI Prabowo Subianto menerima kunjungan kerja Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo beserta delegasi TNI AU di Kementerian Pertahanan (Kemhan), Jakarta, Selasa (28/12).

Dalam pertemuan tersebut, Menhan Prabowo menggarisbawahi pembangunan kekuatan udara sebagai kekuatan nasional yang menjadi salah satu faktor penentu kemenangan di era perang modern.

Untuk itu, Menhan berpesan bahwa kesiapan Alutsista untuk sistem pertahanan udara yang mampu menerapkan anti-access/area denial (A2/AD) penting guna memenuhi superioritas dan supremasi di wilayah udara kedaulatan NKRI.

Di sisi lain, Menhan kembali membahas dukungan terhadap percepatan penanganan pandemi COVID-19 dan pemulihan ekonomi nasional, di mana hal tersebut diwujudkan melalui marwah TNI AU yang berjiwa kesatria, militan, loyal, dan profesional.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Wamenhan Letjen TNI Muhammad Herindra, Sekjen Kemhan Marsdya TNI Donny Ermawan Taufanto, Rektor Unhan RI Laksdya TNI Amarulla Octavian, Kabaranahan Kemhan Marsda TNI Yusuf Jauhari, Dirjen Renhan Kemhan Mayjen TNI Budi Prijono, dan Sesditjen Kuathan Brigjen TNI Totok Sugiharto. (yas/si)
Hankam

KSAD dan Pangkostrad Sambangi Mabes Polri, Ada Apa?
KSAD Jenderal TNI Tandyo Budi Revita didampingi Pangkostrad Letjen TNI Iwan Setiawan menyambangi Mabes Polri untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat koordinasi TNI-Polri dalam menjaga stabilitas keamanan nasional.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































