Delegasi Kapal Selam TNI AL Ikuti Submarine Staff Talks dengan US Navy

Jakarta, IDM - 14 prajurit delegasi kapal selam TNI AL yang dipimpin Komandan Koopskasel Koarmada RI Laksma TNI Agus Indra Wijaya, melaksanakan Submarine Staff Talks dengan US Navy selama dua hari di Jakarta, Jumat (22/7). Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan kerja sama TNI AL dengan US Navy.
Dikutip dari keterangan Dispenal, delegasi US Navy diikuti oleh tuju orang dan dipimpin langsung RADM Richard Seif, Comander Submarine Group 7/Comander, Taks Force 54/Comander, Task Force 74. Sebelum kegiatan Submarine Staff Talks, delegasi US Navy melaksanakan Courtesy Call ke Pangkoarmada RI Laksamana Madya TNI Abdul Rasyid.
Dari hasil Submarine Staff Talks, kedua pihak sepakat untuk mengagendakan pelaksanaan Submarine Staff Talks tahun depan di Gua. Dari pihak TNI AL mengajukan tawaran terkait beberapa kursus Kapal Selam dan mengajukan tawaran terkait Exercise Control Submarine Observer pada Rimpac 2024. Sedangkan US Navy menawarkan personel Onboard di US Submarine saat berlayar di dekat perairan Indonesia
Selain Dankoopskasel Koarmada RI, turut hadir dalam delegasi TNI AL, antara lain Dansatsel Koarmada II, Kadisinfolahta Koarmada RI, Komandan KRI ADL-404, Pabandya Jistra Srenal, Kasitek Alut Disadal dan 4 Perwira Satsel Koarmada II. (at)
Hankam

KSAD dan Pangkostrad Sambangi Mabes Polri, Ada Apa?
KSAD Jenderal TNI Tandyo Budi Revita didampingi Pangkostrad Letjen TNI Iwan Setiawan menyambangi Mabes Polri untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat koordinasi TNI-Polri dalam menjaga stabilitas keamanan nasional.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































