Bertemu Ketum PPAD, Menhan Prabowo Tegaskan Pentingnya Kesejahteraan Purnawirawan

Jakarta,IDM - Menteri Pertahanan (Menhan) RI Prabowo Subianto menerima kunjungan Ketua Umum Persatuan Purnawirawan TNI-AD (PPAD) Letjen TNI (Purn) Doni Monardo di Kemhan, Jakarta, Jumat (29/7).
Menhan Prabowo mengatakan, PPAD merupakan wujud semangat dan tekad para purnawirawan Angkatan Darat sebagai bagian dari komponen bangsa dalam dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara. Prabowo kemudian berpesan agar organisasi ini dapat menjadi sarana evaluasi atas pengabdian yang telah dilakukan.
Dalam pertemuan tersebut, keduanya juga turut membahas perihal kesejahteraan purnawirawan di mana mereka sepakat kesejahteraan para purnawirawan menjadi hal penting. “Kesejahteraan purnawirawan yang semakin baik akan turut meningkatkan moril para prajurit dalam melaksanakan pengabdian sehingga menghasilkan kinerja yang terbaik bagi negara dan bangsa Indonesia,” ungkap Prabowo.
Kesejahteraan purnawirawan disebut Doni memang telah menjadi program kerja PPAD dengan harapan kualitas hidup mereka dapat meningkat, khususnya di bidang kesehatan dan perumahan. (nhn/yas)
Hankam

KSAD dan Pangkostrad Sambangi Mabes Polri, Ada Apa?
KSAD Jenderal TNI Tandyo Budi Revita didampingi Pangkostrad Letjen TNI Iwan Setiawan menyambangi Mabes Polri untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat koordinasi TNI-Polri dalam menjaga stabilitas keamanan nasional.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































