Asops Pangkolinlamil Paparkan Pentingnya Latihan Operasi Pendaratan Administrasi

Jakarta, IDM - Asisten Operasi Panglima Komando Lintas Laur Militer (Asops Pangkolinlamil) Kolonel Laut (P) Nanan Isnandar, memaparkan pentingnya Latihan Operasi Pendaratan Administrasi (Latopsratmin) untuk mempertahankan dan meningkatkan kesiapsiagaan unsur KRI jajaran Kolinlamil dalam dukungan Operasi Militer Perang (OMP).
Di hadapan Pangkolinlamil Laksamana Muda TNI Agus Hariadi, ia menjelaskan Rencana Garis Besar (RGB) Latopsratmin 2022, di Mako Kolinlamil, Jakarta, Kamis (14/7). Paparan yang disampaikan, di antaranya materi terkait landasan penyelenggaraan, pokok-pokok penyelenggaraan, dan ringkasan skenario Latopsratmin yang akan dilaksanakan pada Agustus 2022.
Nanan mengatakan, Latopstratmin penting dilaksanakan karena bertujuan mengukur dan meningkatkan kemampuan personel Kolinlamil pada penyelenggaraan Opsratmin serta sarana untuk menguji petunjuk penyelenggaraan Opsratmin pada OMP.
"Satu hal yang tak kalah penting, tetaplah keselamatan personel dan materiil, target zero accident harus tercapai tanpa harus mengurangi esensi dari latihan itu sendiri," ujarnya, dikutip dari keterangan Dispenal, Jumat (15/7).
Latihan dengan mengerahkan alutsista serta melibatkan prajurit TNI AL ini adalah upaya implementasi dari perintah harian dan program prioritas Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono dalam membangun sumber daya manusia TNI AL yang unggul dan profesional serta tangguh menghadapi segala ancaman. (at)
Hankam

Penertiban Bendera di Aceh Tewaskan Warga, TNI AD: Kami Pakai Peluru Hampa dan Karet Peluru Hampa dan Karet
TNI AD menyatakan tindakan pengamanan saat penertiban Bendera Bulan Bintang di Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh, menggunakan peluru hampa dan karet setelah massa anarkis. Peristiwa tersebut mengakibatkan satu warga tewas serta belasan warga dan prajurit luka-luka.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































