Aksi Lempar Pisau dan Kapak Prajurit Puspomad di Latihan Penyegaran “Back To Basic”

Jakarta, IDM - Prajurit dari Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (Puspomad) menggelar latihan penyegaran “Back To Basic” yang langsung dipimpin oleh Danpuspomad Letjen TNI Chandra W. Sukotjo di daerah Latihan Kostrad Sanggabuana, Karawang, Selasa (27/9).
Dalam keterangan tertulis Penerangan Puspomad diterima Kamis, (29/9) latihan ini diawali dengan kegiatan ketahanan mars (hanmars) dan How to Fine the Fighter (HTF).
Di dalam perjalanan, pelaku latihan melaksanakan materi navigasi darat, naik togel, lempar pisau dan Kapak (lempika), menghadapi gangguan serangan daerah terbuka, dan melaksanakan materi bongkar senjata ringan. Selanjutnya pelaku melaksanakan naik 225 anak tangga Sanggabuana.
Kegiatan dilanjutkan dengan latihan menembak pistol di lapangan tembak daerah latihan Sanggabuana.
Kegiatan ini diselenggarakan selama tiga hari dari tanggal 27 hingga 29 September 2022 dengan tujuan selain untuk lebih mengenal jati dirinya sebagai prajurit, juga untuk melatih kembali pengetahuan dasar militer serta pembinaan fisik untuk menunjang tugas pokok TNI AD. (rr)
Hankam

KSAD dan Pangkostrad Sambangi Mabes Polri, Ada Apa?
KSAD Jenderal TNI Tandyo Budi Revita didampingi Pangkostrad Letjen TNI Iwan Setiawan menyambangi Mabes Polri untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat koordinasi TNI-Polri dalam menjaga stabilitas keamanan nasional.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































