Akselerasi Kemampuan Manuver, KRI Frans Kaisiepo-368 Laksanakan Underwater Ship Service

Jakarta, IDM - KRI Frans Kaisiepo-368 berkolaborasi dengan 15 penyelam Dinas Penyelamatan Bawah Air (Dislambair) di bawah komando Kadislambair Kolonel Laut (T) Yudha Pia R, melaksanakan perawatan bawah garis air (Underwater Ship Service) di perairan utara Pulau Madura, Jumat (14/10).
Selain dari persiapan sebagai Satgas Maritime Task Force (MTF) TNI, kegiatan ini bertujuan mengurangi efek frictional resistance atau hambatan gesek dengan biofouling removal untuk meningkatkan kehandalan manuver dan efisiensi penggunaan bahan bakar.
"Perawatan bawah garis air juga untuk memastikan propeller, daun kemudi, bracket, sea chest dan sensor bawah air dalam keadaan baik serta siap mendukung tugas operasi," jelas Yudha, dikutip dari keterangan Dispen Koarmada II.
Dia menilai, Underwater Ship Service sangat efektif dan efisien memangkas biaya dan antrean docking yang panjang.
"Metode yang digunakan aman bagi para penyelam, didukung peralatan underwater power pack brush kart yang dimonitor Komandan KRI melalui underwater cctv," tuturnya. Lebih lanjut, Yudha menjelaskan kondisi sebelum dan sesudah pengerjaan dapat disaksikan secara real time.
Sementara itu, Komandan KRI Frans Kaisiepo-368 Letkol Laut (P) John David Nalasakti Sondakh, menyampaikan kegiatan berjalan aman dan lancar. Beberapa indikator keberhasilan yang dicapai antara lain penambahan kecepatan, efisiensi bahan bakar dan vibrasi semakin senyap.
"Dengan performa yang meningkat, kapal siap menyongsong tugas sebagai pemelihara perdamaian dunia di Lebanon," pungkasnya. (at)
Hankam

KSAD dan Pangkostrad Sambangi Mabes Polri, Ada Apa?
KSAD Jenderal TNI Tandyo Budi Revita didampingi Pangkostrad Letjen TNI Iwan Setiawan menyambangi Mabes Polri untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat koordinasi TNI-Polri dalam menjaga stabilitas keamanan nasional.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































