HANKAM

Adaptasi Doktrin Perisai Trisula Nusantara, Kohanudnas Kuatkan Sensor dan Kodal

Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) Marsdya Andyawan Martono Putra
Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) Marsdya Andyawan Martono Putra dalam pengesahan doktrin Perisai Trisula Nusantara. (Foto: Dok. Kohanudnas)

Jakarta, IDM – Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) menyatakan bahwa doktrin baru TNI, “Perisai Trisula Nusantara”, semakin memperkuat pelaksanaan tugas Kohanudnas dalam menyelenggarakan pertahanan udara nasional.

Dengan adanya doktrin baru tersebut, Kohanudnas akan memperkuat sensor hingga komando dan pengendalian (kodal).

“Implementasi doktrin tersebut semakin memperkuat pelaksanaan tugas Kohanudnas dalam menyelenggarakan pertahanan udara nasional melalui kesiapan operasi yang adaptif, terintegrasi, serta didukung penguatan kemampuan sensor, komando dan kendali, dan unsur pertahanan udara yang terhubung dalam operasi bersama Komando Utama Operasi TNI lainnya,” tulis siaran pers Kohanudnas, dikutip Rabu (8/7).

Baca Juga: TNI AL Riset Kapal Selam Nirawak KSOT Berbasis AI

Kohanudnas juga menyatakan, pengesahan doktrin Perisai Trisula Nusantara menjadi langkah strategis dalam membangun postur pertahanan yang profesional, modern, dan responsif terhadap dinamika lingkungan strategis.

Sejalan dengan arah transformasi tersebut, Kohanudnas dituntut untuk semakin adaptif dalam mengemban tugas menjaga kedaulatan ruang udara nasional melalui sistem pertahanan udara yang terpadu, berlapis, serta siap menghadapi tantangan peperangan masa depan.

Kohanudnas juga mengeluarkan implementasi turunan bernama “Perisai Langit Nusantara”.

Diketahui, TNI mengesahkan doktrin “Perisai Trisula Nusantara” yang dipimpin Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto bersama Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita di markas Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan (Kodiklat) TNI, Serpong, Tangerang Selatan, Kamis (2/7).

Baca Juga: TNI Kini Punya Markas Kodal Drone untuk Operasi di Papua

Agus mengatakan, peperangan modern kini ditandai dengan penggunaan rudal jarak jauh, drone kamikaze dan swarm, peperangan elektronik, hingga perang informasi yang dilaksanakan secara terpadu.

“Kondisi tersebut menjadi dasar perlunya transformasi doktrin TNI agar mampu menghadapi ancaman multidimensi secara efektif dan profesional. Saya berpendapat bahwa memang sudah saatnya kita mengubah doktrin untuk menghadapi peperangan masa kini,” ujar Panglima TNI ke jajaran.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.