20 Perwira Pertama TNI AL Selesai Ikuti Kursus Peknubika

Jakarta, IDM - 20 Perwira Pertama (Pama) TNI AL berhasil menyelesaikan Kursus Penyelamatan Kapal Nuklir Biologi dan Kimia (Peknubika) Tingkat Perwira. Komandan Pusat Penyelamatan Kapal Nuklir Biologi dan Kimia (Danpuspeknubika) Kolonel Laut (T) I Nengah Sukadana, resmi menutup kursus tersebut di Kodiklatal, Surabaya, Jumat (15/7).
Sebelumnya, Kursus Peknubika Tingkat Perwira Gelombang I TA 2022 ini diikuti puluhan perwira dari berbagai kotama TNI AL di seluruh Indonesia. Sukadana berharap, para Pama memiliki kemampuan manajemen penanggulangan yang baik saat menghadapi kebakaran, kebocoran dan Nubika, pascamengikuti kursus yang berlangsung sejak 18 April tersebut.
Dalam amanatnya, Sukadana mengatakan, ilmu Peknubika sangat diperlukan dalam penugasan, khususnya di KRI yang berada di pangkalan maupun yang melaksanakan tugas operasi bilamana KRI mengalami kecelakaan seperti kebakaran, kebocoran maupun bahaya Nubika.
"Setelah mengikuti kursus, diharapkan dalam penugasan nanti tiap personel dapat menjadi motor dan inspirator dalam hal mencegah terjadinya kecelakaan," ujarnya, dikutip dari keterangan Dispenal, Jumat (15/7).
Ia juga menegaskan kepada seluruh peserta Kursus Peknubika Tingkat Perwira, agar ilmu diaplikasikan di lapangan, terlebih bagi yang berdinas di KRI.
"Ilmu Peknubika juga dapat diaplikasikan di mana saja kalian berada atau bertugas sebagai upaya menghindari adanya kerugian personel dan material," tegasnya. (at)
Hankam

Penertiban Bendera di Aceh Tewaskan Warga, TNI AD: Kami Pakai Peluru Hampa dan Karet Peluru Hampa dan Karet
TNI AD menyatakan tindakan pengamanan saat penertiban Bendera Bulan Bintang di Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh, menggunakan peluru hampa dan karet setelah massa anarkis. Peristiwa tersebut mengakibatkan satu warga tewas serta belasan warga dan prajurit luka-luka.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































