137 Prajurit Infanteri Ikuti Seleksi JPMRC ke Amerika Serikat

Jakarta, IDM - Sebanyak 137 Prajurit Infanteri di jajaran Kodam I/BB mengikuti seleksi Joint Pacific Multinational Readiness Center (JPMRC) Rotation 23-01 yang akan dilangsungkan di Amerika Serikat.
"JPMRC Rotation 23-01 di AS ini akan berlangsung dari 26 Oktober hingga 13 November 2022, dan merupakan Latihan Bersama (Latma) antara TNI AD dengan US Army," jelas Kapendam I/BB, Letkol Inf Rico J Siagian dalam keterangan tertulisnya diterima Kamis (15/9).
Ia menjelaskan 137 prajurit Infanteri yang ikut seleksi berasal dari Yonif Raider 100/PS sebagai main body, serta dari Yonif Mekanis 122/MK, Yonif 122/TS, Yonif 125/Smb, Yonif 131/Brs, Yonif Raider Khusus 136/TS dan Yonkomposit 1/GP.
Seleksi yang dilakukan, diantaranya meliputi pemeriksaan kesehatan umum (Rikesum) di Kesdam I/BB dan kesegaran jasmani (Garjas) di Lapangan Jasdam I/BB.
"Pelaksanaan seleksi ini sebagai tindak lanjut dari arahan pimpinan TNI dalam rangka persiapan untuk Latma JPMRC Rotation 23-01 di AS, sehingga diperlukan prajurit yang siap intelektualnya, mental dan fisiknya," pungkas Letkol Rico. (rr)
Hankam

Penertiban Bendera di Aceh Tewaskan Warga, TNI AD: Kami Pakai Peluru Hampa dan Karet Peluru Hampa dan Karet
TNI AD menyatakan tindakan pengamanan saat penertiban Bendera Bulan Bintang di Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh, menggunakan peluru hampa dan karet setelah massa anarkis. Peristiwa tersebut mengakibatkan satu warga tewas serta belasan warga dan prajurit luka-luka.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































