HANKAM

TNI Tutup Multinational Peacekeeping Exercise di Markas PMPP TNI

Asops Panglima TNI Letjen TNI Bobby Rinal Makmun
Asops Panglima TNI Letjen TNI Bobby Rinal Makmun secara resmi menutup Multinational Peacekeeping Exercise (MPE) Garuda Canti Dharma III Tahun 2026. (Foto: Dok. Puspen TNI)

Jakarta, IDM – TNI yang diwakili Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI Letjen TNI Bobby Rinal Makmun secara resmi menutup Multinational Peacekeeping Exercise (MPE) Garuda Canti Dharma III Tahun 2026 di markas Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI, Sentul, Bogor, Jumat (31/7).

Dalam amanat Panglima TNI yang dibacakan Asops Panglima TNI, disampaikan bahwa latihan multinasional seperti Garuda Canti Dharma bukan sekadar agenda rutin, tetapi merupakan investasi strategis untuk membangun kepercayaan, memperkuat kerja sama internasional, dan meningkatkan kesiapan bersama dalam mendukung perdamaian dunia.

Baca Juga: Operasi Habema Memanas, TNI Tembak Mati 2 Anggota OPM di Kali Fis Yahukimo

“MPE Garuda Canti Dharma III menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama internasional sekaligus wujud komitmen TNI dalam mendukung operasi pemeliharaan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui diplomasi militer yang profesional dan adaptif,” kata Letjen Bobby membacakan amanat Panglima TNI.

Selama pelaksanaan latihan, para peserta telah melaksanakan berbagai skenario dan materi yang dirancang untuk meningkatkan interoperabilitas, profesionalisme, serta kemampuan menghadapi tantangan dalam operasi pemeliharaan perdamaian PBB. Latihan digelar sejak 20 Juli 2026, diikuti 1.014 personel militer dari 22 negara.

Asops Panglima TNI Letjen TNI Bobby Rinal Makmun
Selama pelaksanaan latihan, para peserta telah melaksanakan berbagai skenario dan materi yang dirancang untuk meningkatkan interoperabilitas. (Foto: Dok. Puspen TNI)

Negara-negara yang mengirim personel untuk latihan di antaranya Amerika Serikat, Bangladesh, Filipina, Malaysia, Nepal, Australia, Kanada, Inggris, Brasil, Argentina, Serbia, Singapura, Thailand, Vietnam, Mongolia, Uruguay, Selandia Baru, Fiji hingga Belanda.

Baca Juga: TNI Temukan Jenazah Korban Terakhir yang Ditembak OPM di Trans Papua

“Melalui latihan ini, diharapkan terbangun sinergi, saling percaya, dan jejaring kerja sama yang semakin kuat antarnegara, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi keberhasilan misi perdamaian dunia pada masa mendatang,” ujar Letjen Bobby.

MPE26 merupakan penyelenggaraan ketiga setelah sukses dilaksanakan pada 2014 dan 2022.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.