HANKAM

TNI AU-PACAF Selaraskan Agenda Latihan hingga Perkuat Interoperabilitas lewat A2AT ke-18

Delegasi TNI AU dan US PACA
Delegasi TNI AU dan US PACAF yang menghadiri pertemuan bilateral Airman-to-Airman Talks (A2AT) ke-18. (Foto: Dok. Dispenau)

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Udara (TNI AU) dan US Pacific Air Forces (PACAF) menyepakati penguatan interoperabilitas melalui penyelarasan agenda latihan bersama Tahun Anggaran 2026 dan 2027 sebagai bagian dari upaya mempererat kemitraan pertahanan di kawasan Indo-Pasifik.

Kesepakatan tersebut dicapai dalam pertemuan bilateral Airman-to-Airman Talks (A2AT) ke-18 yang berlangsung di Honolulu, Hawaii, pada 14–16 Juli 2026.

Baca Juga: TNI Bentuk Satgas Penanggulangan Karhutla, Ini Fungsinya

Selain itu, pertemuan yang sama turut menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis lainnya, di antaranya peningkatan Air Domain Awareness (ADA) melalui pelatihan Mobile Training Team (MTT), serta penguatan kerja sama di bidang pendidikan militer.

Selain itu, kedua pihak juga menyepakati peningkatan kapabilitas Intelligence, Surveillance, and Reconnaissance (ISR), pengembangan kerja sama pada domain siber dan antariksa, serta penguatan dukungan logistik, layanan medis, dan ketahanan pangkalan udara.

M. Satriyo Utomo dan Shane Vesely
Wakil Asisten Operasi KSAU Marsma TNI M. Satriyo Utomo dan Brigadier General Shane Vesely, Chief of Staff, Headquarters Pacific Air Forces, Joint Base Pearl Harbor-Hickam, Hawaii memimpin delegasi TNI AU dan US PACAF dalam pertemuan bilateral Airman-to-Airman Talks (A2AT) ke-18. (Foto: Dok. Dispenau)

"Selain menyepakati program kerja sama operasional, kedua pihak juga menyusun perencanaan jangka pendek, menengah, dan panjang untuk pengembangan domain siber dan antariksa," jelas Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispenau) Marsma TNI I Nyoman Suadnyana, dikutip dari siaran pers Dispenau, Selasa (28/7).

Pelatihan yang didanai melalui skema US funded tersebut diprioritaskan untuk diselenggarakan di Indonesia guna meningkatkan efisiensi operasional.

Baca Juga: Belajar di AS, Tujuh Personel TNI AU Dalami Penanganan Ancaman Bahan Peledak

Rangkaian A2AT ke-18 juga diisi dengan kunjungan ke Hickam Historical Museum yang menyimpan dokumentasi sejarah Lapangan Terbang Hickam dan jejak serangan udara pada 7 Desember 1941.

Kemudian, delegasi TNI AU turut mengunjungi Bong Air and Space Operations Center, pusat komando udara PACAF di kawasan Pasifik yang menjadi fasilitas utama simulasi perang dan latihan gabungan bersama negara-negara mitra di kawasan Indo-Pasifik.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.