HANKAM

TNI AU dan TNI AD Perkuat Interoperabilitas Antarmatra lewat Latihan Mobilitas Udara

Latihan penerjunan logistik
Personel Batalion Infanteri 432/Waspada Setia Jaya (WJS) Kostrad yang melakukan penerjunan statis dari pesawat C-130 Hercules Skadron Udara 33. (Foto: Dok. Instagram @grup_1_angkut_koopsau)

Jakarta, IDM – Sinergi dan interoperabilitas antarmatra ditunjukkan oleh TNI Angkatan Udara (TNI AU) dan TNI Angkatan Darat (TNI AD) melalui latihan mobilitas udara yang mencakup dua skenario utama, yaitu penerjunan personel dan distribusi logistik melalui udara (airdrop logistic).

Penerangan Grup 1 Angkut mengunggah dokumentasi latihan tersebut berupa foto dan video dalam akun Instagram @grup_1_angkut_koopsau, dikutip Selasa (30/6).

Baca Juga: PORAU 2026, KSAU Ungkap Pentingnya Pembinaan Olahraga untuk Tingkatkan Kualitas SDM TNI AU

“Latihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan operasi lintas udara sekaligus memperkuat interoperabilitas antara unsur udara dan darat dalam mendukung pelaksanaan operasi gabungan,” tulis Penerangan Grup 1 Angkut.

Latihan penerjunan logistik
Latihan penerjunan logistik melalui udara (airdrop logistic) yang dilakukan dari pesawat C-130 Hercules Skadron Udara 32. (Foto: Dok. Instagram @grup_1_angkut_koopsau)

Dalam pelaksanaannya, TNI Angkatan Udara, melalui Grup 1 Angkut, mengerahkan pesawat angkut strategis C-130 Hercules dari Skadron Udara 33 dan Skadron Udara 32 untuk mendukung masing-masing skenario latihan.

Pesawat C-130 Hercules Skadron Udara 33 digunakan dalam latihan penerjunan personel (static line) bersama Batalion Infanteri 432/Waspada Setia Jaya (WJS) Kostrad. Selama latihan, pesawat melaksanakan empat sortie (penerbangan) dengan sembilan run dan menerjunkan 254 prajurit Yonif 432/WJS ke daerah sasaran.

Baca Juga: Aksi Nekat 9 Prajurit TNI AD Sita Senpi Ilegal Berbuah Penghargaan

Sementara itu, C-130 Hercules Skadron Udara 32 dikerahkan untuk melaksanakan latihan penerjunan logistik melalui udara (airdrop logistic) bersama Batalion Perbekalan Angkutan 2/Mawwat Wastwan Jaya, Kostrad. Latihan dilaksanakan dengan lokasi penerjunanan (drop zone) di kawasan Waduk Karangkates, Malang.

Pada skenario latihan itu, pesawat berhasil menerjunkan satu unit Light Combat Raft (LCR), tiga paket Container Delivery System (CDS), serta 20 paket Low Cost Low Altitude (LCLA).

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.