HANKAM

TNI AD Fokus Merawat Perdamaian di Aceh

Apel Kebangsaan Indonesia Damai
Momen Apel Kebangsaan Indonesia Damai di Kabupaten Pidie, Aceh. (Foto: Dok. Kodam IM)

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Darat fokus merawat perdamaian di Aceh. Hal ini ditandai dengan kehadiran Komandan Kodim (Dandim) 0102/Pidie Letkol Inf Abdul Hadi saat Apel Kebangsaan Indonesia Damai sebagai wujud komitmen bersama memperkuat persatuan, nasionalisme dan merawat perdamaian di Kabupaten Pidie, Aceh.

Dilansir dari keterangan Penkodam Iskandar Muda (IM), total yang hadir dalam apel sebanyak 850 peserta terdiri dari unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, ASN, PPPK, tenaga kesehatan, para camat, instansi pelayanan publik, organisasi kemasyarakatan, pelajar dan masyarakat.

Baca Juga: Uji Ketangkasan, Detasemen Zeni Nubika Siap Hadapi Situasi Darurat

"Hal ini menjadi gambaran kuatnya kebersamaan seluruh elemen daerah dalam menjaga persatuan dan kondusivitas wilayah," tulis keterangan Kodam IM.

Dijelaskan pula, apel tersebut tidak hanya menjadi momentum memperkuat semangat kebangsaan, tetapi juga menjadi ruang untuk menyatukan tekad bahwa perdamaian merupakan tanggung jawab bersama dan menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan pembangunan Kabupaten Pidie.

Sementara itu, Bupati Pidie H. Sarjani Abdullah yang juga hadir di apel tersebut mengatakan bahwa Apel Kebangsaan Indonesia Damai bukan sekadar agenda rutin maupun kegiatan seremonial. Momentum tersebut harus mampu membangkitkan kesadaran kolektif seluruh elemen pemerintahan dan masyarakat untuk menjaga persatuan, memperkuat nasionalisme dan merawat perdamaian.

Baca Juga: Hercules TNI AU Bawa “Flexible Portable Tank” untuk Dukung Ketersediaan Air dalam Penanganan Karhutla Kalsel

“Penyelenggaraan Apel Kebangsaan Indonesia Damai ini bukan sekadar agenda rutin atau seremoni belaka, melainkan momentum penting bagi kita seluruh elemen pemerintahan dan masyarakat di Kabupaten Pidie untuk memperkuat komitmen kebangsaan, menjaga persatuan, serta merawat perdamaian di bumi Pidie yang kita cintai ini,” tegas Sarjani.

Ia menilai, simbol pita Merah Putih yang dikenakan para peserta memiliki makna lebih dari sekadar atribut kegiatan. Pita tersebut menjadi pengingat akan pentingnya nasionalisme, soliditas dan tanggung jawab moral dalam menjalankan tugas serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.