Setahun di Perbatasan RI-Malaysia, Ini Daftar Barang Ilegal yang Disita TNI AD!

Jakarta, IDM – Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-Malaysia dari Yonarhanud 1/Purwa Bajra Cakti Kostrad dan Yonkav 3/Andaka Cakti resmi purna tugas dengan menorehkan capaian luar biasa.
Dilansir dari keterangan Penkodam XII/Tanjungpura, Selasa (7/7), selama 12 bulan bertugas Satgas Pamtas berhasil mengungkap berbagai barang bukti ilegal.
Baca Juga: Kuatkan Stabilitas Wilayah Jakarta, Pasmar 1 Marinir Gandeng Kesbangpol DKI
Adapun rincian barang bukti yang disita meliputi narkotika jenis sabu seberat 55.352,9 gram, ganja 12.169,5 gram dan 2 linting, ekstasi 30 butir, senjata api rakitan sebanyak 52 pucuk (terdiri dari 17 pucuk Lantak, 30 pucuk Bowmen, dan 5 pucuk pistol), munisi Bowmen 51 butir, munisi mortir 1 butir, sisik trenggiling seberat 1,598 kilogram, serta minuman keras (miras) sebanyak 312 botol.
Seluruh barang sitaan tersebut kemudian dimusnahkan dalam upacara yang dipimpin langsung oleh Panglima Kodam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito. Proses pemusnahan ini turut disaksikan oleh jajaran TNI AL, TNI AU, BNN, Kepolisian, Kejaksaan, Bea Cukai, hingga Imigrasi.
Baca Juga: TNI AU Perkuat Hubungan Strategis dan Interoperabilitas dengan RTAF lewat JOEVP 2026
"Hari ini kita melaksanakan pemusnahan barang-barang bukti yang menjadi hasil dari penugasan Satgas, serta dukungan dari stakeholder yang ada. Ini sebagai bentuk komitmen kita dalam pelaksanaan tugas pengamanan perbatasan, bahwa daerah wilayah perbatasan itu memerlukan perhatian dan atensi, terutama dari aspek kedaulatan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia," kata Novi.
Ia pun memastikan bahwa pengamanan di wilayah perbatasan darat RI-Malaysia memerlukan perhatian dan atensi yang sangat intens, terutama terkait aspek kedaulatan negara. Selanjutnya, estafet pengamanan perbatasan akan dilanjutkan oleh Satgas Pamtas yang baru, yakni dari Yonarmed 13/Nanggala dan Yonarmed 19/Bogani.
Hankam

TNI AD Siagakan Pasukan di Jakarta untuk Tangkal Ancaman yang Ganggu Stabilitas Negara
TNI Angkatan Darat memastikan pengerahan pasukan di Jakarta adalah bagian dari kesiapsiagaan menghadapi ancaman yang ganggu stabilitas negara. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono kepada wartawan di Jakarta, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































