Seskoad: Konsep Sishankamrata Perlu Bertransformasi ke Ekosistem Pertahanan Adaptif

Jakarta, IDM – Komandan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad), Mayjen TNI Agustinus Purboyo mengatakan paradigma pertahanan nasional perlu bertransformasi dari konsep Pertahanan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata) menuju ekosistem pertahanan yang adaptif.
Hal ini dikatakannya saat menjadi narasumber pada Seminar Nasional bertajuk "Membangun Ekosistem Ilmu Ketahanan Strategis Bangsa untuk Meneguhkan Kejayaan Indonesia Raya Menuju Abad Kedua Kemerdekaan" yang diadakan di Auditorium Sekolah Pascasarjana UGM.
Baca Juga: TNI AU-PACAF Selaraskan Agenda Latihan hingga Perkuat Interoperabilitas lewat A2AT ke-18
Dilansir dari keterangan Penseskoad, Rabu (29/7), Agustinus menjelaskan konsep perubahan tersebut didorong oleh berkembangnya ancaman multidomain yang tidak lagi terbatas pada konflik konvensional. Menurutnya saat ini ancaman juga mencakup kecerdasan buatan Artificial Intelligence (AI), siber, informasi, ekonomi, perubahan iklim, pandemi, serta disrupsi teknologi.
"Ancaman ini membentuk lingkungan strategis yang semakin cepat, penuh ketidakpastian, kompleks, rentan, dan sulit diprediksi," kata Agustinus.
Untuk menghadapi kondisi tersebut lanjut Agustinus diperlukan pendekatan pertahanan komprehensif yang mengintegrasikan kekuatan militer dengan seluruh instrumen nasional melalui sinergi pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan seluruh komponen bangsa.
Baca Juga: TNI AD Harus Penuhi Syarat Ini sebelum Bangun Yon TP di Kawasan Hutan
"Hal ini guna membangun sistem pertahanan yang tangguh, adaptif, serta mampu menjawab tantangan masa kini dan masa depan," jelas Agustinus.
Untuk diketahui, seminar nasional ini menjadi momentum penguatan kemitraan strategis antara Seskoad dan Program Studi Ketahanan Nasional Universitas Gadjah Mada. Kolaborasi tersebut merupakan investasi strategis dalam memperkuat kapasitas akademik, menghasilkan inovasi kebijakan, serta membangun ekosistem keilmuan yang mendukung penguatan ketahanan wilayah strategis Indonesia.
Hankam

TNI AD Siagakan Pasukan di Jakarta untuk Tangkal Ancaman yang Ganggu Stabilitas Negara
TNI Angkatan Darat memastikan pengerahan pasukan di Jakarta adalah bagian dari kesiapsiagaan menghadapi ancaman yang ganggu stabilitas negara. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono kepada wartawan di Jakarta, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































