Perlu Anda Tahu! Ini Perbedaan Komponen Cadangan dan Wajib Militer

Jakarta, IDM – Komponen Cadangan (Komcad) sering dipertanyakan mirip dengan wajib militer. Tapi benarkah keduanya sama? Sekilas memang terdengar mirip, tapi keduanya punya perbedaan yang perlu kamu pahami.
Dilansir dari keterangan Pusat Komponen Cadangan (Puskomcad), sebuah Badan Cadangan Nasional Kemhan RI disebutkan, Senin (12/10), Komcad bukan program wajib bagi seluruh warga negara. Keikutsertaan Komcad dimulai dari kesediaan warga negara untuk mendaftarkan diri secara sukarela.
Baca Juga: 11 Personel Pengawal Pesawat Presiden Mesir dapat Brevet Kehormatan
"Wajib militer pada dasarnya mewajibkan warga negara yang memenuhi ketentuan untuk menjalani dinas atau pelatihan militer. Sementara Komcad memberikan kesempatan kepada warga negara yang secara sukarela mendaftar untuk mengikuti proses seleksi dan pelatihan dasar kemiliteran," tulis keterangan Puskomcad.
Lebih lanjut dijelaskan, setelah mengikuti pelatihan, anggota Komcad tetap menjalani kehidupan sipilnya. Mereka dapat tetap bekerja, belajar, dan menjalankan aktivitas sehari-hari di masyarakat.
Baca Juga: TNI AD Kirim Satgas Macan Leuser ke Papua, Siap Jaga Bumi Cenderawasih
Namun, meski pendaftarannya bersifat sukarela, anggota Komcad yang telah ditetapkan tetap memiliki kewajiban sesuai ketentuan yang berlaku. Salah satunya adalah memenuhi panggilan mobilisasi sesuai aturan.
"Wajib militer bersifat wajib sesuai ketentuan negara yang menerapkannya sementara itu Komcad keikutsertaannya dimulai secara sukarela, melalui seleksi dan Pelatihan Dasar Kemiliteran. Jadi, keduanya sama-sama berkaitan dengan kesiapan pertahanan, tetapi memiliki mekanisme dan ketentuan yang berbeda," tutup Puskomcad.
Hankam

TNI AD Siagakan Pasukan di Jakarta untuk Tangkal Ancaman yang Ganggu Stabilitas Negara
TNI Angkatan Darat memastikan pengerahan pasukan di Jakarta adalah bagian dari kesiapsiagaan menghadapi ancaman yang ganggu stabilitas negara. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono kepada wartawan di Jakarta, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































