Lindungi Presiden dari Serangan Drone, Arhanud TNI AD Raih Brevet "Setia Waspada"

Jakarta, IDM – Prajurit Arteleri Pertahanan Udara (Arhanud) TNI AD dari Batalion Arhanud 10/ABC meraih Brevet Kehormatan Paspampres “Setia Waspada” Periode III Tahun 2026. Brevet ini diberikan karena dedikasi dan kesiapsiagaan penuh dalam mengawal keselamatan fisik serta kehormatan VVIP Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Dilansir dari keterangan Penarhanud 10/ABC, Sabtu (25/7), Brevet Kehormatan tersebut disematkan langsung oleh Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspampres), Mayjen TNI Edwin Adrian Sumantha kepada Komandan Batalion Arhanud 10/ABC, Letkol Arh Bachtiar Nizar Zulmy mewakili seluruh prajuritnya.
Baca Juga: Tembak ‘Kasuari’, Teknik Marinir Lumpuhkan Musuh di Medan Operasi
Keunggulan Teknologi Anti-Drone
Pemberian brevet kehormatan ini menjadi bukti nyata keberhasilan Tim Anti-Drone Yonarhanud 10/ABC dalam memperkuat benteng pertahanan berlapis Paspampres. Di tengah dinamisnya ancaman era modern, tim perisai udara ini dinilai mampu menguasai spektrum teknologi serta memitigasi potensi ancaman nirawak (Unmanned Aerial Vehicle/UAV) secara presisi, responsif, dan terukur dalam setiap pengawalan VVIP RI 1.
“Penyematan Brevet ‘Setia Waspada’ bukan sekadar simbol kehormatan visual, melainkan amanah moral dan pendorong semangat (esprit de corps) untuk senantiasa menjaga kesiapsiagaan operasional tanpa kompromi," tulis keterangan Penarhunud 10/ABC.
Baca Juga: Diwarnai Tembakan, Koops TNI Habema Evakuasi Dua Jenazah yang Dibunuh OPM di Trans Papua
Integrasi antara keahlian taktis Paspampres dan keunggulan teknologi Anti-Drone Yonarhanud 10/ABC menegaskan komitmen TNI dalam merespons lanskap ancaman keamanan masa kini yang kian kompleks. Keberhasilan koordinasi antarsatuan ini menjadi tolak ukur standar pengamanan modern berbasis penguasaan teknologi.
"Dengan tersematnya Brevet “Setia Waspada”, Batalion Arhanud 10/ABC mempertegas kesiapannya untuk terus melangkah di baris terdepan memastikan setiap jengkal ruang udara pengamanan VVIP senantiasa steril, aman, dan sepenuhnya terkendali demi kehormatan bangsa dan negara," tutup keterangan Penarhunud 10/ABC.
Hankam

TNI AD Siagakan Pasukan di Jakarta untuk Tangkal Ancaman yang Ganggu Stabilitas Negara
TNI Angkatan Darat memastikan pengerahan pasukan di Jakarta adalah bagian dari kesiapsiagaan menghadapi ancaman yang ganggu stabilitas negara. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono kepada wartawan di Jakarta, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































