HANKAM

KSAL Peringatkan Ancaman Perang Hibrida: Tak Cuma Fisik, tapi Siber dan Kognitif!

KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali
KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali memberikan kuliah umum mengenai strategi pertahanan negara dan perang hibrida di hadapan Pasis Dikreg LXVIII Seskoad, Bandung, Jawa Barat, Rabu (30/9). (Foto: Dok. Dispenal)

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mewanti-wanti perubahan bentuk ancaman terhadap pertahanan negara. Pertempuran masa kini tak lagi cuma adu fisik di lapangan, tapi sudah merambah ke ruang siber hingga kognitif alias pikiran manusia.

Pesan tegas ini disampaikan Ali saat memberi kuliah umum di hadapan perwira siswa Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) di Bandung, Jawa Barat, Rabu (30/9).

Baca Juga: TNI AU Bekali Personel Kemampuan dalam Menganalisis Data Radar

Ali menyebut situasi global dan regional saat ini bergerak sangat cepat dan makin sulit ditebak. Selain persaingan geopolitik dan perang siber, ancaman kejahatan lintas negara hingga risiko bencana alam di laut juga terus mengintai.

Menghadapi situasi yang penuh ketidakpastian ini, TNI AL menjadikan doktrin ‘Jalesveva Jayamahe’ sebagai benteng utama.

"Menghadapi perkembangan tersebut, doktrin TNI AL Jalesveva Jayamahe menjadi salah satu landasan dalam memahami peran, fungsi, dan tugas TNI AL serta menghadapi perubahan karakter ancaman yang berkembang menuju perang hibrida multidimensi, meliputi dimensi fisik, maya, dan kognitif," kata Ali, dikutip dari keterangan Dispenal, Kamis (1/10).

Ali menegaskan, fenomena perang hibrida membuat bentuk ancaman jadi serba campur aduk. Musuh bisa saja menyerang jaringan komunikasi lewat siber, memutarbalikkan informasi buat memengaruhi persepsi publik, sekaligus melancarkan serangan militer.

Untuk menahannya, TNI AL menerapkan strategi pertahanan defensif aktif. Caranya dengan terus memperkuat Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT), baik untuk Operasi Militer Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

Baca Juga: TNI Ajak OPM Letakkan Senjata dan Kembali ke Masyarakat

Sebab menurut Ali, prajurit TNI AL tak cuma bertugas buat bertempur di laut.

"TNI AL melaksanakan tugas di bidang pertahanan, menegakkan hukum dan menjaga keamanan di wilayah laut sesuai ketentuan hukum nasional dan internasional, melaksanakan diplomasi Angkatan Laut, serta pemberdayaan wilayah pertahanan laut," ujar Ali menekankan peran multidimensi prajuritnya.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.