HANKAM

Kemhan: Sudan Tertarik Beli Senapan PT Pindad

Sjafrie Sjamsoeddin dan Hassan Daoud Kabroun Kayan
Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin menerima kunjungan Menteri Pertahanan Sudan Letnan Jenderal Hassan Daoud Kabroun Kayan lewat jajar kehormatan. (IDM/Faisal Ramadhan)

Jakarta, IDM – Kementerian Pertahanan RI mengatakan bahwa Kementerian Pertahanan Sudan tertarik membeli senapan produksi industri pertahanan Indonesia, PT Pindad (Persero).

Ketertarikan itu disampaikan dalam pertemuan bilateral Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin dan Menteri Pertahanan Sudan Letnan Jenderal Hassan Daoud Kabroun Kayan di kantor Kemhan RI, Jakarta Pusat, Rabu (9/9).

Baca Juga: TNI AL Kerahkan 3 KRI Sisir Selat Sunda Cari 5 Jurnalis Hilang

Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan RI Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan, pertemuan bilateral tersebut turut dihadiri Direktur Utama PT Pindad Sigit P. Santosa.

“Dirut PT Pindad menyampaikan tentang beberapa karakteristik senjata yang diproduksi langsung oleh Indonesia. Mereka (Sudan) tertarik,” tutur Rico kepada awak media selepas pertemuan.

Rico menambahkan, kerja sama industri pertahanan tersebut, termasuk yang lain, akan dibahas secara teknis lewat working group kedua negara.

“Penawaran kerja sama, khususnya industri pertahanan akan lebih fokus sampai di level mana. Sekarang Sudan sudah menjadi negara yang berdaulat dan diakui oleh negara-negara lain, tentunya ada batasan-batasan ataupun lingkup kerja sama yang akan diberikan, khususnya terkait dengan senjata yang diproduksi oleh Indonesia, dalam hal ini PT Pindad,” kata Rico.

Dalam pertemuan bilateral tersebut, kedua negara juga menjajaki kerja sama peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), pendidikan dan pelatihan, pertukaran personel dan kadet, serta pengembangan kerja sama antarlembaga pendidikan pertahanan.

Baca Juga: Bawa 10 Heli, KSAL Beberkan Cara Kapal Induk Garibaldi Padamkan Karhutla dari Laut

Saat ini, Indonesia dan Sudan belum memiliki dokumen formal kerja sama pertahanan bilateral. Adapun hubungan diplomatik Indonesia dan Sudan sudah berlangsung sejak tahun 1960.

Rico mengatakan, dokumen formal kerja sama pertahanan Indonesia-Sudan akan dibahas dan rencananya akan dituangkan dalam bentuk defence cooperation arrangement.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.