HANKAM

Hadapi Perang Modern, TNI AL Siap Mengawal Pengamanan Pusat Data

Askomlek KSAL Laksda Dwi Cahyo Kuncoro
Askomlek KSAL Laksda Dwi Cahyo Kuncoro (kiri) bersama jajaran mendengarkan paparan saat meninjau langsung data center TNI AL di Jakarta, Rabu (15/7). (Foto: Dok. TNI AL)

Jakarta, IDM – Asisten Komunikasi dan Elektronika Kepala Staf Angkatan Laut (Askomlek KSAL) Laksda Dwi Cahyo Kuncoro menginspeksi langsung infrastruktur teknologi di pusat data (data center) TNI AL, Rabu (15/7). Inspeksi ini menyasar langsung keandalan sistem pertahanan digital militer agar steril dari potensi gangguan siber.

Dwi memantau langsung kondisi fisik server, keandalan jaringan, proteksi siber, hingga simulasi pemulihan data saat darurat (disaster recovery). Pemeriksaan ketat ini menjadi bagian penting untuk mengawal sistem komando kelautan agar tetap beroperasi tanpa hambatan di era serbadigital.

Baca Juga: RI Buka Peluang Kerja Sama Pertahanan dengan Finlandia, Fokus di Bidang Perlindungan Data-Pengawasan Maritim

Dwi menegaskan, pengelolaan pusat data militer harus mengutamakan aspek keamanan yang ketat. Keandalan sistem ini menjadi penentu akurasi instruksi tempur dari markas komando ke armada di lapangan.

"Pusat data TNI AL memiliki peran strategis dalam mendukung transformasi digital, meningkatkan interoperabilitas sistem, serta memperkuat penyelenggaraan komando dan pengendalian yang efektif," jelas Dwi, dikutip dari laman TNI AL.

Pusat data ini menjadi tulang punggung bagi konsep perang modern berbasis jaringan (Network Centric Warfare/NCW) yang tengah dikembangkan TNI AL. Sistem terintegrasi tersebut nantinya menghubungkan seluruh armada kapal perang, pesawat udara, dan pangkalan darat secara langsung (real-time).

Sebelumnya, TNI AL juga merancang cetak biru Pusat Perang Elektronika atau Electronic Warfare Center (EWC) pada Senin (13/7). Fasilitas tempur frekuensi ini sengaja dibangun untuk menyatukan seluruh sensor pertahanan, sistem senjata, dan komunikasi militer ke dalam satu kendali digital terpadu.

Baca Juga: Terima Kunjungan Dubes Korsel, Menhan Sjafrie Bahas Finalisasi Proyek Jet Tempur KF-21 Boramae

Pusat perang elektronika tersebut mengintegrasikan tiga pilar utama pertahanan frekuensi. Ketiganya meliputi pelacakan posisi musuh (electronic support), pengacauan radar lawan (electronic attack), dan proteksi jalur komunikasi kapal perang sendiri (electronic protection).

Integrasi kedua pilar teknologi informasi ini menjadi tumpuan utama TNI AL dalam menangkal berbagai ancaman sabotase siber sekaligus menjaga kedaulatan wilayah laut yurisdiksi Indonesia.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.