HANKAM

Doktrin Perisai Trisula Nusantara Diterapkan dalam OMP dan OMSP

Forum brainstorming
Forum brainstorming yang dipimpin Dankodiklat TNI Letjen TNI M. Naudi Nurdika bersama jajaran Pejabat Utama Kodiklat TNI. (Foto: Dok. Penkodiklat TNI)

Jakarta, IDM – Tentara Nasional Indonesia (TNI) akan menerapkan doktrin "Perisai Trisula Nusantara" dalam kerangka rencana operasi, baik dalam Operasi Militer Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

Hal ini dipastikan dalam forum brainstorming yang dipimpin Dankodiklat TNI Letjen TNI M. Naudi Nurdika bersama jajaran Pejabat Utama Kodiklat TNI.

Baca Juga: Prajurit TNI AD Bakal Diawasi Ketat, KSAD Perintahkan Hal Ini ke Komando Utama!

Dilansir dari keterangan Penkodiklat TNI, Selasa (7/7), Naudi mengatakan Kodiklat TNI berkomitmen untuk terdepan memastikan seluruh jajaran TNI memiliki satu visi, satu misi, dan satu cara bertindak, sehingga TNI semakin profesional, responsif, integratif, modern dan adaptif dalam menjaga kedaulatan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ia menjelaskan pengesahan Doktrin "Perisai Trisula Nusantara" oleh Panglima TNI menjadi sebuah tonggak penting dalam modernisasi pemikiran doktrinal TNI. Doktrin yang dirumuskan ini dirancang sebagai kerangka acuan utama untuk menyatukan pola pikir, pola tindak, dan pola sikap prajurit TNI dalam menghadapi spektrum ancaman militer yang semakin kompleks dan dinamis.

Baca Juga: Daftar Ancaman Nonmiliter Berdasarkan Perpres 111/2025: Penyebaran Ideologi Terlarang-Serangan ke Obvitnas

Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto secara resmi mengesahkan Doktrin TNI "Perisai Trisula Nusantara" Kamis (2/7), dalam acara Uji Naskah III di Kodiklat TNI, Serpong, Tangerang Selatan. Doktrin baru ini menggantikan dan menyempurnakan doktrin lama, yaitu Tri Dharma Eka Karma (Tridek), agar lebih relevan dengan perkembangan teknologi pertahanan global.

Pada saat itu, Agus mengatakan perubahan lingkungan strategis global dan karakter perang modern membuat TNI perlu memperbarui doktrinnya agar lebih adaptif terhadap berbagai bentuk ancaman. Menurut Agus, perang modern kini tidak lagi mengandalkan kekuatan konvensional semata, tetapi juga memanfaatkan rudal jarak jauh, drone kamikaze, drone swarm, peperangan elektronik, hingga perang informasi yang dijalankan secara terpadu.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.