HANKAM

Antisipasi Perang Masa Depan, TNI AL Perkuat Siber dan Sistem Tanpa Awak

KSAL Laksamana Muhammad Ali
KSAL Laksamana Muhammad Ali saat memimpin apel siaga HUT ke-81 TNI AL di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (10/9). (Foto: Dok. YouTube TNI AL)

Jakarta, IDM – TNI AL memperkuat teknologi siber dan sistem tanpa awak (unmanned system)untuk mengantisipasi ancaman perang masa depan yang kian kompleks. Langkah strategis ini ditegaskan Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali saat memimpin upacara peringatan HUT ke-81 TNI AL di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (10/9).

Upacara peringatan tahun ini berlangsung sederhana tanpa demonstrasi alutsista dan dirangkai langsung dengan apel kesiapsiagaan bencana. Meski digelar bersahaja, tatanan alutsista tetap disiagakan membentangi pasukan, seperti tiga kapal perang utama KRI Raden Eddy Martadinata-331, KRI Prabu Siliwangi-321, dan KRI Brawijaya-320.

Sebanyak tujuh satuan setingkat batalion diterjunkan dalam apel kesiapsiagaan ini. Sederet kendaraan taktis dan alutsista pasukan khusus turut disiagakan, mulai dari kendaraan taktis Kopaska, sea rider Intai Para Amfibi (Ipam), chamber dari Satuan Komando Penyelam dan Penyelamatan Bawah Air (Satkoppeba) peluncur ganda roket RM-70 milik Korps Marinir, kendaraan tempur BMP-3F, Hardtop milik Komando Pasukan Katak (Kopaska), hingga meriam Howitzer.

Baca Juga: Tembus Hutan Balegede, Siswa Kursus Komando A-50 Asah Kemampuan dan Mental Tempur

Dalam amanatnya, Ali menekankan pentingnya perombakan doktrin pertahanan untuk menghadapi batas antara kondisi damai, krisis, dan konflik yang kini makin samar. Tekanan terhadap kedaulatan negara tidak lagi sebatas pertempuran militer terbuka, melainkan merembet ke perang informasi, serangan siber, tekanan ekonomi, hingga aktivitas area abu-abu (grey zone).

"Kondisi ini memberikan pesan yang jelas pada kita semua bahwa TNI AL harus terus bertransformasi dan berinovasi tanpa henti. Kita tidak boleh menghadapi tantangan masa depan dengan cara berpikir masa lalu," tegas Ali di hadapan ratusan prajurit peserta apel.

Guna merespons ancaman asimetris tersebut, matra laut mulai mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence), pengolahan data terintegrasi, serta sensor dan senjata jarak jauh ke dalam Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT). Langkah digitalisasi ini berjalan selaras dengan rencana peremajaan armada utama dari pemerintah.

Ali mengungkapkan, TNI AL siap menyambut penambahan alutsista baru, termasuk rencana kedatangan kapal induk dalam waktu dekat. Kehadiran kapal pendarat dan pengangkut armada udara ini diproyeksikan membuka ruang baru bagi peningkatan daya gentar (deterrence), jangkauan operasi, hingga integrasi tempur antarmatra TNI.

Baca Juga: TNI AD Fokus Merawat Perdamaian di Aceh

Meski demikian, Ali mengingatkan hadirnya alutsista modern seperti kapal induk maupun sistem nirawak hanyalah salah satu instrumen. Kunci utama keberhasilan operasi tetap bersandar pada kesiapan prajurit pengawak yang kompeten, keandalan sistem komando-kendali, serta jaminan rantai pasok logistik di laut.

Di samping modernisasi tempur, Ali juga memerintahkan seluruh prajurit dan alutsista TNI AL untuk selalu siap dikerahkan dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Kesiapsiagaan ini mencakup respons cepat terhadap bencana alam, perubahan iklim, hingga pengamanan rantai pasok logistik nasional.

"Mari jaga laut kita bersama dari hulu sungai sampai laut lepas. Jangan sampai sejengkal wilayah perairan luput dari pengawasan TNI AL," ujar Ali.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.