Senin, 27 Mei 2024

Stok Senjata Menipis, Kemampuan Tempur Ukraina Berpotensi Berkurang Mulai Akhir Maret

BACA JUGA

Jakarta, IDM – Ukraina terus mengalami kekurangan amunisi dan sistem pertahanan udara yang memberikan dampak buruk di medan tempur. Bahkan, kondisi itu akan memberi keuntungan signifikan bagi pasukan Rusia.

Dilansir dari ABC News, Jumat (23/2), pernyataan itu diungkapkan oleh otoritas pertahanan Amerika Serikat (AS) yang disembunyikan identitasnya. Menurutnya, jika kondisi kekurangan senjata terus berlanjut, maka Ukraina akan sangat kesulitan untuk mempertahankan diri mulai musim semi atau akhir Maret mendatang.

Baca Juga: Bertugas di Jepang, Tentara Angkatan Laut AS Didakwa Melakukan Spionase

“Permasalahannya dimulai sekarang dan terus memburuk secara progresif selama musim semi dan musim panas. Jadi, periode waktu yang kita masuki ini adalah periode waktu yang kritis,” katanya.

Kekhawatiran ini muncul ketika dukungan terhadap Ukraina di kongres AS semakin memudar. Aliran uang tunai dan senjata dari AS yang dulunya stabil dengan total jumlah $44 miliar, sebagian besar telah berkurang.

Rencana bantuan tambahan senilai $60 miliar yang diusulkan oleh Presiden AS Joe Biden pun berada dalam ketidakpastian di DPR karena diperdebatkan oleh beberapa anggota Partai Republik.

Baca Juga: Iran Dikabarkan Kirim Ratusan Rudal ke Rusia

Akibatnya, Penasihat Komunikasi Keamanan Nasional John Kirby sempat memperingatkan kongres bahwa keputusan yang lamban hanya akan mempercepat kemenangan Rusia.

“Hal ini terjadi karena kelambanan kongres. Dan kami telah memperingatkan kongres bahwa jika mereka tidak bertindak, Ukraina akan menderita kerugian di medan perang dan ini dia. Itulah yang terjadi akhir pekan ini,” ujarnya. (bp)

BERITA TERBARU

INFRAME

Menhan Prabowo Serahkan Bantuan Bencana Alam di Sumatera Barat

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto memberikan bantuan untuk korban bencana banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera Barat (Sumbar), Kamis (16/5).

EDISI TERBARU

sidebar
ads-custom-5

POPULER