Minggu, 26 Mei 2024

Rusia Modifikasi Bom Era Soviet FAB-500 Menjadi Rudal Jelajah

BACA JUGA

Jakarta, IDM – Juru bicara Angkatan Udara Ukraina Yurii Ihnat mengungkapkan bahwa Rusia telah menggunakan bom FAB-500 yang dimodifikasi untuk menyerang area di dekat garis depan. Bom luncur berdaya ledak tinggi yang diproduksi pada era Uni Soviet tersebut diklaim telah ditingkatkan kemampuannya menjadi rudal jelajah.

“Mereka menggunakan bom ini dari jarak yang tidak dapat dijangkau oleh pertahanan udara Ukraina,” ujarnya melansir Newsweek, Senin (10/4).

Baca Juga: AS, Korsel dan Jepang Sebut Aktivitas Siber Korut Berbahaya

Lebih lanjut, ia mengakui situasi semakin berbahaya karena pasukan Ukraina tidak dapat menembak jatuh bom tersebut. Menurutnya, Rusia diduga sedang bersiap untuk meningkatkan produksi bom FAB-500 dan melengkapinya dengan sistem navigasi GPS yang presisi.

Peringatan akan ancaman bom FAB-500 yang dimodifikasi juga diserukan oleh Komandan Angkatan Udara Ukraina Mykola Oleshchuk. Menurutnya, untuk menangani bom jenis ini secara efektif, Ukraina membutuhkan pesawat tempur F-16 buatan AS.

“F-16 yang dilengkapi dengan rudal udara ke udara dengan jangkauan hingga 180 km. Itu dapat membantu kita mengusir pesawat musuh dari perbatasan dan area garis depan, menekan langkah mereka menggunakan bom,” jelas Oleshchuk.

Baca Juga: Pentagon Selidiki Dugaan Dokumen Perang Rahasia yang Bocor di Media Sosial

Bom FAB-500 dengan berat 500kg saat merupakan bom non-nuklir Rusia yang sering digunakan untuk menghancurkan infrastruktur militer, kendaraan lapis baja ringan, dan titik vital musuh lainnya.

Dengan kemampuan untuk berintegrasi pada berbagai jenis pesawat seperti Su-27, Su-30, Su-34, Su-24 atau MiG-29, bom FAB-500 dapat terbang sekitar 15 km setelah dijatuhkan dari ketinggian sekitar 570 m hingga 12 km. (bp)

BERITA TERBARU

INFRAME

Menhan Prabowo Serahkan Bantuan Bencana Alam di Sumatera Barat

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto memberikan bantuan untuk korban bencana banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera Barat (Sumbar), Kamis (16/5).

EDISI TERBARU

sidebar
ads-custom-5

POPULER