Rusia Modifikasi Bom Era Soviet FAB-500 Menjadi Rudal Jelajah

Jakarta, IDM – Juru bicara Angkatan Udara Ukraina Yurii Ihnat mengungkapkan bahwa Rusia telah menggunakan bom FAB-500 yang dimodifikasi untuk menyerang area di dekat garis depan. Bom luncur berdaya ledak tinggi yang diproduksi pada era Uni Soviet tersebut diklaim telah ditingkatkan kemampuannya menjadi rudal jelajah.
"Mereka menggunakan bom ini dari jarak yang tidak dapat dijangkau oleh pertahanan udara Ukraina," ujarnya melansir Newsweek, Senin (10/4).
Baca Juga: AS, Korsel dan Jepang Sebut Aktivitas Siber Korut Berbahaya
Lebih lanjut, ia mengakui situasi semakin berbahaya karena pasukan Ukraina tidak dapat menembak jatuh bom tersebut. Menurutnya, Rusia diduga sedang bersiap untuk meningkatkan produksi bom FAB-500 dan melengkapinya dengan sistem navigasi GPS yang presisi.
Peringatan akan ancaman bom FAB-500 yang dimodifikasi juga diserukan oleh Komandan Angkatan Udara Ukraina Mykola Oleshchuk. Menurutnya, untuk menangani bom jenis ini secara efektif, Ukraina membutuhkan pesawat tempur F-16 buatan AS.
“F-16 yang dilengkapi dengan rudal udara ke udara dengan jangkauan hingga 180 km. Itu dapat membantu kita mengusir pesawat musuh dari perbatasan dan area garis depan, menekan langkah mereka menggunakan bom,” jelas Oleshchuk.
Baca Juga: Pentagon Selidiki Dugaan Dokumen Perang Rahasia yang Bocor di Media Sosial
Bom FAB-500 dengan berat 500kg saat merupakan bom non-nuklir Rusia yang sering digunakan untuk menghancurkan infrastruktur militer, kendaraan lapis baja ringan, dan titik vital musuh lainnya.
Dengan kemampuan untuk berintegrasi pada berbagai jenis pesawat seperti Su-27, Su-30, Su-34, Su-24 atau MiG-29, bom FAB-500 dapat terbang sekitar 15 km setelah dijatuhkan dari ketinggian sekitar 570 m hingga 12 km. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































