INTERNASIONAL

Pertemuan Kim dan Putin Mengkhawatirkan Banyak Pihak

Presiden Rusia Vladimir Putin bersama Presiden Korut Kim Jong U
Presiden Rusia Vladimir Putin bersama Presiden Korut Kim Jong Un di Kosmodrom Vostochny Rusia. (Foto: Dok. Kremlin.ru)

Jakarta, IDM - Pemerintah Korea Selatan (Korsel) dan Amerika Serikat (AS) mengaku khawatir atas pertemuan Presiden Korea Utara (Korut) Kim Jong Un dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Rusia pada beberapa waktu lalu.

Dilansir dari Yonhap, Kamis (14/9), Perdana Menteri Korsel Han Duck-soo mengatakan pihaknya khawatir atas kemungkinan kesepakatan kerja sama militer saat pertemuan Kim dan Putin. Menurutnya, Korsel terus memonitor dinamika keamanan yang kini semakin tidak pasti.

“Kami menyaksikan hubungan antara Rusia dan Korut semakin dekat. Isu tentang kemungkinan kerja sama militer antara kedua negara itu sangat mengkhawatirkan," ujarnya.

Baca Juga: Azerbaijan dan Armenia Saling Tuduh Soal Perkuat Kesiapan Tempur di Perbatasan

Senada, Menteri Unifikasi Korsel Kim Yung-ho mengatakan agar Korut dan Rusia menghentikan tindakan melanggar hukum yang juga semakin mengisolasi keduanya. Ia menegaskan kedua pihak untuk mematuhi peraturan internasional, termasuk resolusi Dewan Keamanan PBB (DK PBB).

Otoritas AS pun mengakui kekhawatiran serupa. Pertemuan keduanya diduga akan menghasilkan kesepakatan pasokan senjata untuk Rusia. Sebagai imbalannya, Korut kemungkinan akan mendapat keuntungan non militer, khususnya bantuan ekonomi untuk mengatasi kekurangan pangan.

"Secara jelas ini berarti dia (Putin) mengalami kesulitan dalam mempertahankan upaya militer sehingga mencari bantuan dari Korut. Kami akan memantau dengan cermat hasil pertemuan ini," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS Matthew Miller melansir laman resmi pemerintah State.gov.

Baca Juga: Korut Luncurkan Dua Rudal Balistik Ketika Kim Jong Un di Rusia

Miller menyebut AS akan terus mengajak komunitas internasional untuk menerapkan sanksi terhadap Rusia. Bahkan, AS tidak segan untuk menambah sanksi lainnya.

"Kami telah menerapkan sanksi secara agresif terhadap entitas yang mendanai upaya perang Rusia, dan kami akan terus menegakkan sanksi tersebut dan tidak ragu untuk menjatuhkan sanksi baru jika diperlukan," jelasnya. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.