Kamis, 22 Februari 2024

KSAD Uji Coba Teknik Penanaman Mangrove Menggunakan Drone

BACA JUGA

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memimpin giat penanaman 8.500 bibit mangrove di area seluas 10,5 hektare di wilayah Desa Gampong Blang, Kota Banda Aceh, Senin (12/2).

Kegiatan yang melibatkan 1.625 yang terdiri dari prajurit TNI, Polri, Pramuka serta masyarakat setempat tersebut guna menterjemahkan konsep pertahanan rakyat semesta, di mana kondisi alam memegang peranan yang signifikan.

“Ini relevan dengan tugas TNI AD, khususnya bahwa konsep pertahanan kita adalah perlawanan rakyat semesta. Alamnya jadi tempat persembunyian kita, menjadikan musuh sulit untuk masuk, sulit melakukan pendaratan karena ada mangrove, hutan-hutan kita. Jadi, nanti juga dalam konsep perlawanan, kita kan bergabung semua, TNI Angkatan Darat, Laut, Udara, dan Polri. Itu sudah nyambung, alam dengan konsep pertahanan kita sangat relevan,“ kata Maruli.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemulihan lingkungan serta konservasi yang dicanangkan oleh TNI AD, serta rencananya akan dilakukan di seluruh wilayah Indonesia. Penanaman mangrove ini juga bertujuan untuk memulihkan ekosistem pesisir pantai yang makin terancam akibat perubahan iklim dan kerusakan lingkungan yang terjadi.

Maruli menjelaskan bahwa mangrove memiliki peran penting dalam menjaga kestabilan ekosistem pesisir pantai, melindungi pantai dari abrasi, serta relevan dengan konsep pertahanan rakyat semesta dalam menjaga NKRI.

Pada kesempatan ini juga dilakukan uji coba teknik penanaman mangrove dengan menggunakan drone. Drone ini dapat melakukan penebaran bibit mangrove sebanyak 1.200 seedball dalam waktu 15 menit per 1 hektar.

Jika nantinya dirasa efektif, maka teknik ini akan dikembangkan untuk penanaman mangrove di area yang sulit dijangkau oleh manusia dan dapat melakukan penebaran bibit mangrove yang cepat dan efisien.

Gerakan penanaman mangrove di seluruh tanah air, lanjut Maruli, akan mengangkat nama Indonesia di dunia internasional. Sebab, program ini menjadi cerminan bahwa program pemulihan lingkungan nasional yang dicanangkan pemerintah Indonesia, didukung penuh oleh TNI AD serta masyarakat Indonesia. Dalam skala domestik, kegiatan ini dapat berdampak positif bagi kelestarian lingkungan di wilayah pesisir Aceh.

Secara keseluruhan, program TNI AD Bersatu dengan Alam melaksanakan penanaman 64.500 bibit mangrove di lahan seluas 102,5 hektare di seluruh wilayah Aceh. (nhn)

BERITA TERBARU

EDISI TERBARU

sidebar
ads-custom-5

POPULER