Kamis, 22 Februari 2024

Kemhan: Informasi Korupsi Pembelian Mirage 2000-5 Hoaks

BACA JUGA

Jakarta, IDM – Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) M. Herindra menegaskan bahwa informasi yang beredar di berbagai media sosial terkait korupsi pembelian pesawat tempur Mirage 2000-5 sebanyak 12 unit dari Qatar adalah hoaks atau berita bohong.

“Saya sampaikan dan tegaskan bahwa informasi informasi tersebut adalah sesat fitnah dan hoaks. Jika ini terus dikembangkan maka informasi yang saat ini dapat memperlemah upaya Kemhan dalam merancang sistem kekuatan pertahanan Indonesia. Sering terjadi informasi-informasi sesat ini dikembangkan oleh pihak tertentu dalam proses diplomasi poengadaan alustista. Kami di Kemhan menyayangkan adanya fithan dan pelemahan tersebut,” kata Wamenhan dalam konferensi pers yang digelar di gedung Kemhan, Senin, (12/2/2024).

Baca Juga: Antisipasi Kelaparan, TNI Bangun Gudang Logistik di Wilayah Terpencil Distrik Sinak

Ia menjelaskan bahwa sebenarnya rencana pembelian Mirage 2000-5 ini belum terjadi karena alasan keterbatasan ruang fiscal dan Kemhan tetap fokus berusaha mencari pesawat tempur terbaik yang tersedia untuk menjaga wilayah udara Indonesia.

“Salah satunya adalah adalah Rafale Dassault dari Perancis, yang akan segera hadir secara bertahap ke Indonesia. Pesawat tempur ini akan menjadi bagian yang memperkuat sistem pertahanan udara Indonesia,” kata Wamenhan.

Baca Juga: Menhan Prabowo: Pekerja Keras dan Cerdas akan Bertahan di Tengah Tantangan Zaman

Sementara itu di tempat yang sama Juru Bicara Menteri Pertahanan Danhil Azhar Simanjuntak menegaskan bahwa pembatalan pembelian ini terjadi di pertengahan tahun 2023.

“Ya karena keterbatasan fiskal tadi, kita tidak punya kemampuan membayar itu akhirnya kontraknya tidak efektif. Dan syarat-syatat dalam kontrak itu tidak bisa dipenuhi. Jadi tidak mungkin ada suap, karena tidak ada transaksi. Pembatalan ini terjadi di antara bulan Juni-Juli tahun 2023,” kata Danhil. (rr)

BERITA TERBARU

EDISI TERBARU

sidebar
ads-custom-5

POPULER